Langsung ke konten utama

A Cup of Comfort For Friends: Ini yang Saya Mau Adopsi

fitri junia ree kumbawa


Belum genap tiga bulan saya kehilangan sahabat dekat saya selama di Kota Khatulistiwa. Sampai sekarang pun saya masih tidak percaya dia sudah tidak ada. Belum sempat saya memperlihatkan blog ini yang lahir pada 2 Mei 2011, dia telah dipanggil oleh yang kuasa pada tanggal 29 April 2011.

Saya pernah patah hati. Pernah putus cinta. Pernah kehilangan orang yang saya cintai yang berpaling pada perempuan lain yang mungkin lebih cantik dari saya. Pernah merasa sendirian. Tapi saat yang paling berat bagi saya bukanlah kesulitan menyelesaikan skripsi yang sudah setahun saya garap. Saya tahu saya kurang rajin. Saya juga kelelahan.


Saat yang sangat berat bagi saya adalah saat-saat saya sadar, saya kehilangan satu-satunya orang yang terus menyemangati saya untuk menyelesaikan tugas akhir itu.

Saya pikir sudah saatnya saya bangun menghadapi kenyataan di dalam kehidupan saya ini. Saya harus tahu ini memang adalah yang terbaik bagi saya dan sahabat saya. Makanya saya ingin mengadopsi buku A Cup of Comfort For Friends sebagai pengobat kehilangan saya. Saya harap dengan buku ini saya bisa mendapatkan kembali esensi persahabatan itu sendiri meski sahabat saya sudah tidak ada.

Apakah dengan mengadopsi buku ini dari Aishilely saya juga akan mengadopsi persahabatan yang menyenangkan walaupun hanya untuk dikenang?

Saya belum tahu. Semoga saja.

Buat teman-teman yang pengen ikutan acara ADOPSI bukunya Aishilely bisa langsung ke ADOPSI. Ada lima buku yang siap diadopsi yaitu:

  1. Utukki Sayap Para Dewa - Clara Ng,
  2. A Cup of Comfort for Friends (kisah-kisah indah untuk mengenang persahabatan istimewa)-Colleen Sell,
  3. Di Tengah Intrik - S.Mara Gd
  4. My Live - Reiko M & First Love Freckles and You - Satori T,
  5. Palace Story - Goong & PHANTASM - Gido A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan