Langsung ke konten utama

Tentang Template Blog ini


Ini pertanyaan yang muncul dari Armae lagi. Sebenarnya template yang saya gunakan ini bukanlah template luar yang tinggal install. Bukan. Ini adalah template bawaan dari blogger yang bisa dioprek melalui dashboard.

Langsung cek saja tampilan di balik layar ya?



Jadi saya memilih tampilan template pertama dari Jendela Gambar.


Kemudian saya hanya mengganti gambar belakang dan tentunya tidak mencentang scroll with page biar pengunjung tidak pusing ketika membaca kebawah. Jadi backgroundnya menempel di layar alias tetap. Apa sajalah istilahnya. Kalau bingung untuk membuang centangan tersebut mampir saja ke sini.


Jadi inilah ukuran yang saya gunakan untuk blog ini. 1000px untuk keseluruhan blog dan side barnya 250px.



Saya sukanya template itu post-nya di sebelah kanan dan side barnya di sebelah kiri. Ini adalah selera saya sejak dulu. Susah menghilangkannya. Saya merasa agak tidak nyaman dengan side bar yang kanan. Kemudian untuk footernya saya tidak begitu rewel. Karena jarang juga saya gunakan. Nih cara mengubahnya.




Di bagian akhir ini kita bisa mengubah banyak hal, paling penting adalah font yang ingin kita gunakan untuk blog kita.





Stttt... hari ini saya mengoprek html lagi untuk mengubah tampilan judul postingan saya. Kalau ada yang ingin bertanya tentang cara mengubahnya saya bersedia menjawabnya di postingan berikutnya. Tap tidak sekarang ya?

Nih bonusnya... Judul postingannya sudah ada logo kayak penunjuk di blog ini. Suka? Unyu banget kan?


Sekian.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan