Langsung ke konten utama

SIAPA BILANG SEKS AMAN SETELAH NIKAH?

seks

Sebenarnya banyak yang menganggap setelah menikah melakukan hubungan seks adalah sesuatu yang aman dilakukan. Menurut saya pribadi pernikahan itu untuk mengatakan bahwa seks itu halal. Bukan aman. Artian seks aman setelah nikah itu terlalu luas bagi saya. Karena batas keamanan itu banyak. Aman secara apa? Secara moral? Agama?


Terlepas dari semua hal itu seks aman itu bukan ditandai dengan ada tidaknya pernikahan. Saya tidak lantas mengatakan bahwa seks pra-nikah itu aman. Saya tidak ingin membahas perkara seks sebelum atau sesudah nikah. Saya lebih cenderung untuk menekankan kata ‘aman’. Ini dari sudut pandang saya dari kacamata kesehatan.

Nikah atau tidak nikah seseorang secara kesehatan belum tentu bisa menjadi jaminan bahwa seks yang akan dia lakukan adalah aman. Khususnya untuk orang-orang yang sama-sama terinfeksi HIV. Orang yang memiliki pasangan yang positif tentunya tidak aman melakukan seks baik dalam pernikahan maupun di luar pernikahan tanpa kondom. Apalagi bila keduanya positif HIV. Infeksi baru bisa saja terjadi apabila mereka melepas kondom pada saat CD4 mereka rendah.

Itu untuk ODHA. Lantas bagaimana dengan orang yang sama-sama negatif? Apakah aman? Meskipun sang pria masih perjaka dan sang perempuan masih perawan?

Belum tentu juga aman. Siapa bilang orang yang belum pernah melakukan seks bisa aman melakukannya dengan orang yang sama-sama belum pernah? Apakah keduanya yakin bahwa alat kelamin mereka tidak mengandung suatu penyakit yang berbahaya? Selain HIV?

Jadi sebelum menikah memastikan pasangan kita sehat kelaminnya adalah cara yang teraman untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom. Kalo ingin lebih aman lagi ya gunakan saja kondom. Walaupun sudah menikah seks bukanlah sesuatu yang aman untuk anda, menurut saya. Penularan penyakit akan sangat gampang terjadi pada saat berhubungan seks. Ingat satu hal, orang terdekat adalah orang yang paling berpotensi untuk menularkan sesuatu pada kita. Bisa hal itu baik, bisa pula buruk.

Nah, kembali lagi ke judul postingan ini, SIAPA BILANG SEKS AMAN SETELAH NIKAH? Nikah itu bukan hanya soal seks. Memang tiap orang punya tujuan pernikahan yang berbeda. Tapi kalo hanya soal seks apa indahnya pernikahan itu? Pernikahan itu masalah tanggung jawab dan komitmen. Seks memang bisa menjadi pengikat pernikahan itu sendiri, sayangnya tidak menutup kemungkinan akan menjadi masalah yang rumit saat terjadi ketidakpuasan di dalamnya.

Wuih… saya ngomongin soal seks ya? Padahal belom nikah?
Saya hanya pengen bilang kalo pernikahan itu bukan masalah aman tidak aman melakukan hubungan seks, tapi pernikahan itu hanya menjamin kehalalan hubungan badan itu.

Kalo ada yang pengen ngasih pendapat setuju dan tidak setuju silakan saja. Ini hanya pendapat saya secara pribadi. Karena masalah keamanan itu sangat luas ruang lingkupnya dan saya hanya membahas sisi kecilnya.

Itu yang saya tahu, buat yang tahu lebih banyak silakan share di sini ya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan