SAYA BERUSAHA DAN SAYA MENANG!

Entah sudah berapa banyak lomba yang saya ikuti dan saya harus menelan kekalahan dengan wajah yang manyun. Tapi saya tidak menangis kok dengan kekalahan. Apalagi setelah mendengar satu dosen Fekon Untan yang bilang: “kekalahan-kekalahan kecil yang kita alami untuk menyongsong kemenangan-kemenangan besar.”


Berhubung saya sudah mengalami banyak kekalahan. Mudah-mudahan adalah kekalahan kecil, saya memutuskan untuk mengejar semua lomba yang ada. Saya sih dari dulu fokusnya pada satu jenis lomba saja. Lomba menulis. Karena saya hanya tinggal mengetikkan keyboard di notebook dan menunggu pengumuman.

Seumur hidup saya baru menang lomba menulis itu satu kali. Lumayan sih waktu itu menangnya. Se-Kalimantan Barat. Hadiahnya yang paling indah untuk seorang penulis seperti saya yang dulu tulisannya belum pernah diterbitkan pastinya adalah karyanya dibukukan. Itulah pertama kalinya sepanjang hidup saya, karya saya menjadi sebuah buku.

Kemudian saya mengalami demam mencari lomba di twitter. Di sana banyak sekali yang mengadakan lomba atau sekadar kuis-kuis yang hadiahnya lumayan menggiurkan.

Lomba yang saya menangkan akhirnya muncul juga. Lomba yang lumayan besar bagi saya. Sebenarnya mengincar hadiah utama untuk kategori ayah bunda. Rupanya saya tetap masuk kategori pencerita. Tidak begitu kecewa sih karena hadiahnya juga tidak kalah menggiurkan. Uang tunai Rp1.000.000.

Awalnya saya mencoba merekam beberapa dongeng dan belajar mengeditnya. Karena saya memang ingin sekali menang dan tidak ingin kalah. Saya pun merekam 14 dongeng. Sebenarnya 15 dongeng tapi ada yang rusak karena saya masih bingung dengan software pengeditan tersebut.

Saya tidak pernah merekam hasil dongengan saya selama ini. Tapi selama saya tumbuh dari seorang anak kecil saya sangat suka mendongeng. Meskipun yang mendongeng bukanlah ibu saya, waktu itu saya tinggal bersama nenek dan kakek sehingga yang mendongeng adalah bibi-bibi saya yang masih muda dan belum menikah.

Kebiasaan mendongeng ini ternyata sudah mengakar di dalam keluarga saya sehingga adik-adik saya juga suka sekali menyimak dongeng dari ibu atau pun kakaknya.

Berbekalkan rasa ingin menang. 14 podcast tersebut saya kirimkan. Beberapa orang mengatakan jumlah yang saya kirimkan itu terlalu banyak. Satu aja mungkin kuping jurinya bisa pecah. Apalagi 14. Tapi menurut pendapat saya waktu itu, saya tidak bisa menerima kekalahan kalau yang saya kirimkan adalah satu dongeng. Tapi kalau saya mengirimkan 14 dongeng dan ternyata masih kalah, berarti nasib saya memang harus mendapat kekalahan tersebut.

Apa yang terjadi kemudian?

Saya agak malu waktu itu karena ternyata saya menjadi pengirim dongeng terbanyak. Apalagi pesertanya ternyata tidak sebanyak yang saya kira. Alhasil, dongeng saja mendominasi lomba kemarin. Ya ampun, apa ya pendapat orang yang membaca nama peserta dan nama saya muncul 14 kali di sana?

Entahlah..

Sesuai dengan doa saya. Saya menang. Bahkan saya memenangkan dua hadiah. Dapat dukungan dana dan dapat paket buku pula. Nih pengumumannya di sini.

Terima kasih Takita.

Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes