Langsung ke konten utama

SAHABATAN SAMA MANTAN PACAR

mantan pacar

(gambar nyolong di sini)

Awalnya indah banget. Segalanya terasa bercahaya dan berbintang-bintang. Sempurna. Itulah perasaan orang yang sedang jatuh cinta. Lantas semuanya akan berubah nggak hanya 180 derajat ya kalo sudah putus. Bisa jadi sampe 360 derajat bahkan 360 derajatnya di kuadratkan beberapa kali *lebay*. Sakit banget. Mengalahkan sakit perut yang menyiksa saya sepanjang hari ini karena harus bolak-balik beberapa kali (belasan kali deh kayaknya, kalo saya nggak amnesia gara-gara kebanyakan kehilangan cairan). Apa hubungannya coba diare sama patah hati.


Oke, hubungan cinta kasih itu putus begitu saja. Lantas apakah segalanya berakhir dengan musuhan? Kalo untuk ABG musuhan dengan mantan kekasih sih nggak jadi masalah yang berat ya? Lalu bagaimana dengan kita yang sudah dewasa? Apalagi kalo ternyata mantan kita sering banget harus berinteraksi dengan kita. Entah itu kita satu kantor dengannya atau kuliah satu kampus dengannya. Aneh kalo kita harus bermusuhan dengannya kalo putusnya bukan karena orang ketiga. Kalo kita putusnya karena perselingkuhan sih mendingan jangan berpikir dua kali untuk memutuskan semua hubungan dengannya.

Sayangnya penyebab putusnya kita dengan mantan nggak hanya dilatarbelakangi oleh adanya sebuah perselingkuhan. Terkadang hanya gara-gara masalah sepele bisa memutuskan mata rantai percintaan ini. Lalu apa masalahnya kita nggak bisa menghindari interaksi langsung dengan mantan pacar? Tentunya akan menjadi masalah besar kalo kita nggak berniat untuk CLBK dengannya. Apalagi kalo masing-masing sudah ada yang memiliki. Alih-alih menyelesaikan masalah dengan mantan, apabila membuatnya menjadi sahabat, malah akan menimbulkan masalah baru dengan orang-orang terkasih kita yang sekarang ingin kita jaga.

Sebelumnya saya memang tidak pernah memiliki cerita cinta yang seperti itu. Rata-rata mantan saya memiliki latar belakang yang jauh berbeda dengan diri saya sehingga tidak memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung lagi.

Apa pun yang kita pilih untuk menempatkan mantan pacar ke depannya semoga itu yang terbaik untuk kedua belah pihak. Tapi memang agak sulit sahabatan dengan mantan pacar. So choose wisely!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs