2 Juni 2011

PENGEN DAPAT KOMENTAR? JANGAN BLOG WALKING

(Keep blogging, thinking before blogwalking!)
blogwalking

Nah lo? Sebenarnya saya pertama kali membuat blog saya hanya ingin belajar untuk memasukkan postingan dengan indah sepeti di blog orang lain. Jujur, saya orang yang agak lamban untuk memahami semua yang ada di kotak postingan. Bagaimana memasukkan gambar ke postingan saja baru saya ketahui beberapa bulan yang lalu. Tepatnya bulan September.
Pada saat saya diajari sama Mbak Titiw Akmar. Menyenangkan bisa kenal beliau yang selalu setia mengajari saya melalui twitter.

Lantas kenapa saya membuat postingan seperti ini?

Hanya ingin share aja karena ternyata banyak blogger di dunia ini menilai postingannya bagus kalo banyak yang komentar. Ouuuupssss… Apakah memang komentar berbanding lurus dengan yang namanya bobot? Menurut saya tidak juga seperti itu adanya. Karena menjadi penyiar di Radio Volare sedikit sebanyak telah membukakan mata saya untuk lebih jeli dengan situasi. Ngomong-ngomong soal pekerjaan saya di bagian penyiaran ternyata telah membuktikan satu hal. Bahwa banyak atau tidaknya orang yang SMS atau menelpon untuk mengomentari topik atau sekedar request lagu tidak berbanding terbalik dengan banyak atau tidaknya orang yang mendengar siaran kita.

Kalo untuk mengomentari topik saya rasa dengan banyaknya komentar yang masuk memang menandakan banyak juga pendengar yang menyimak siaran tersebut. Tapi untuk beberapa acara yang tidak membutuhkan komentar. Hanya acara-acara request lagu contohnya, banyaknya orang yang mengirimkan SMS untuk meminta lagu kesayangannya diputarkan tidak berarti banyak yang sedang mendengarkan radio. Kenapa demikian? Acara-acara rutin di radio pasti sudah dihapal banyak orang. Apalagi untuk radio yang sudah bangkotan ya? Radio Volare memang adalah radio yang sudah sangat lama malang melintang di udara.

Saya mengatakan banyaknya SMS yang masuk tidak berarti banyak pendengar karena apa? Saya pernah membuka kotak SMS di komputer Radio Volare pada saat sebuah acara rutin untuk request lagu. Pada saat itu harusnya memang acara request, tapi pengisi acaranya sedang berhalangan sehingga saya hanya mengisinya dengan memutar-mutar lagu yang ada. Saya terkejut ketika keisengan saya membuahkan hasil. Banyak SMS yang masuk meminta lagunya diputar. Lho, apa mereka tidak dengar ya kalo acara itu dari tadi tidak ada yang mengisi. Berarti ada orang-orang yang hanya pengen eksis dan rajin mengirim SMS agar namanya mengudara. Ternyata begitu ya?

Begitu juga sebaliknya, tidak ada orang yang request lagu atau mengirim SMS untuk mengomentari topik bukan berarti tidak ada pendengarnya. Pasti ada kok yang dengerin. Jangan kecewa apabila pertama kali bersiaran dan tidak ada pendengar yang kirim SMS.

Kembali ke masalah ingin menjaring komentar di postingan kamu. Apakah memang blog walking akan menghasilkan banyak komentar? Tidak selamanya… sebenarnya saya tidak suka mengupas tentang cara agar mendapatkan komentar yang banyak. Saya lebih suka bagaimana menjaring banyak pembaca ke blog kita. Pasti semua penulis pengennya seperti itu. Saya satu di antaranya. Saya lebih senang apabila ada orang yang mau membaca tulisan saya bahkan tanpa meninggalkan komentar sekalipun. Daripada orang yang meninggalkan komentar tapi tidak membaca postingan saya. Iya! Ada beberapa orang yang sama sekali meninggalkan komentar tanpa membaca postingan kamu. Mungkin mereka memang membaca, sedikit, saya yakin itu, bahkan tidak sama sekali saya lebih yakin. Kenapa? Karena komentarnya sama sekali tidak berhubungan dengan isi postingan saya. Seperti seorang pedagang yang dikunjungi calon pelanggan yang masuk ke warungnya sambil bilang ‘warung yang bagus, ini alamat warungku’.

What’s?

Memangnya kamu buka warung untuk menjaring pengunjung yang meninggalkan komentar atau pembeli? Pastinya pembeli bukan. Nah, begini nih kalo yang menulis tipsnya adalah pedagang, dikit-dikit ngomongnya warung, pembeli, hehehehhe….

Saya akan lebih suka mendapat telpon saat menjaga warung saya yang sepertinya sepi pengunjung. Isi telponnya kira-kira seperti ini, ehemmm uhuk uhuk…. ‘Tadi aku lewat depan warung kamu, kamu jual bubur pedas ya? Ada pelayanan pesan antar juga kan? Saya mau borong semua buat acara saya nanti malam. Bisa?’

Jadi, kalo memang ingin mendapatkan komentar jangan fokus pada blogwalking. Memang akan ada yang mengunjungi blog kamu. Tapi kalo isinya hanya postingan yang banyaknya copas atau tutorial yang bahkan kamu sendiri tidak mengerti untuk apa? Kamu blogger, kamu penulis, hasilkan tulisan bukan copas-an. Sekali lagi, jaringlah pembaca dengan postingan yang berguna, bukan komentator yang sepertinya juga sedang berusaha mencari-cari orang yang mau mengunjungi balik blognya. Saya tidak melarang blogwalking. Itu bagus untuk cari informasi. Bukannya malah disalahgunakan untuk mendapatkan kunjungan balik. Percayalah, kamu akan mendapatkan komentar kalo memang ada yang menarik di blog kamu. Komentar minta kunjungan balik tidak masuk hitungan ya? hehehehhe

Saya memang senang mendapat komentar diblog, saya yakin kamu begitu juga. Sayangnya kalo komentarnya hanya meminta kamu untuk mengunjungi balik blog dia pastinya kamu akan menyadari sesuatu. Ini adalah pengemis komentar. Ironi memang.

Bocoran buat yang mengunjungi blog saya ya? Kalo memang blog kamu berkualitas saya tidak segan-segan memasang alamat blog kamu di blog saya. Saya tidak meminta balasan apa-apa. Ini hanya untuk mempermudah diri saya sendiri ketika ingin mengunjungi blog yang saya suka.

So keep blogging, thinking before blogwalking!


Related Posts

PENGEN DAPAT KOMENTAR? JANGAN BLOG WALKING
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).