PENGEMIS JEMPOL (FACEBOOK)

Sumber gambar di sini

Entah sudah orang keberapa yang tiba-tiba mengeluarkan kalimat yang sama kepada saya.

LIKES STATUS AKU PLEASE!


Intinya semuanya meminta agar saya memberikan jempol pada status mereka. Saya jadi bingung. Apa bedanya status itu mendapat jempol atau tidak dari orang lain? Apakah bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dimata teman-temannya apabila statusnya mendapat puluhan bahkan ratusan jempol? Padahal selama saya memiliki facebook tak pernah sekalipun terpikir dalam benak saya untuk meminta orang lain ‘menyukai’ atau ‘likes’ status yang saya buat.

Itu sering terjadi setiap saya online chat facebook. Entah kebetulan atau bagaimana, saya menemukan satu hal yang sama dari semua pengemis jempol ini. Mereka memiliki nama yang susah dibaca (ini bahasa halusnya). Banyak huruf yang tidak lazim digunakan dalam deretan yang berdekatan menjadi satu. Masih tak mengerti maksud saya? Namanya 4L4Y. Sangat 4L4Y karena saya hampir tak mampu mengeja namanya karena sulitnya dibaca.

Iseng-iseng biasanya saya akan mengecek profil pengemis ini dan melihat jumlah teman bersama kami hanya beberapa orang (bahkan hanya satu orang) yang sama sekali saya tidak mengenalnya juga. Jadi, tidak butuh 5 detik untuk memutuskan bahwa saya harus menghapus orang ini dari facebook saya. Kami memiliki visi dan misi (sok intelektual banget nih) yang berbeda saya rasa.

Lantas apakah penderitaan saya berhenti ketika saya menghapus pengemis 4L4Y ini? Ternyata tidak. Virus minta sedekah jempol distatus ternyata telah mewabah ke anak-anak sejenis lainnya. Memang saya harus mengatakan bahwa tipe pengemis jempol atau likes ini hanya yang usianya masih muda. Kalau yang sudah dewasa kayaknya tidak akan meminta orang tak dikenal untuk menyukai atau nge-likes statusnya yang sama sekali (kebanyakannya gitu sih) nggak penting.

Siapa juga akan menaroh jempol distatus yang isinya hanya membicarakan dirinya sendiri? Atau sama sekali nggak menarik? Informatif aja enggak! Kalo memang butuh atau kehausan dengan jempol, pengen pamer sama teman-temannya kalau dirinya bisa mengumpulkan banyak jempol untuk statusnya setiap hari (walaupun harus mengemis) coba lebih kreatif lagi untuk menuliskan status. Kalau memang statusnya menarik untuk dikomentari atau informatif, saya rasa nggak hanya saya yang akan dengan senang hati memberikan jempol. Semua orang yang membaca statusnya saya rasa akan senang untuk bersedekah jempol pada statusnya…

So, be creative!
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes