Langsung ke konten utama

LIMA SENJATA WANITA KETIKA KELUAR RUMAH

kosmetik

Senjata yang saya maksudkan di sini sebenarnya bukan senjata yang bisa digunakan untuk mempertahankan diri pada umumnya. Saya sama sekali tidak membicarakan itu gurls. Come on! Kalian pasti tahu dong bagaimana diri saya *sok ngartis banget yaks? It’s not big deal-lah ya?


Kembali ke titik permasalahan semula. Saya selalu menekankan satu hal kepada diri saya, setelah saya menyadari usia saya yang nggak lagi muda dan saya masih menjomblo. Hello! Dimanakah seharusnya saya mengubek-ngubek gerombolan pria yang saya inginkan?

Oh kenapa semakin menjauh dari arah postingan yang harusnya saya kembangkan ya? Tapi memang loh gurls.. saya kayaknya orang yang paling sering ngejomblonya daripada punya pacarnya. Sudahlah abaikan beberapa paragraf ini. Saya bingung harus memulainya dari mana… wkwkwkw…

Ehemm… *tariknapas*

Saya saat usia saya mendekati titik usia perak, uhuk uhuk uhuk… udah lumayan tuir nih pemirsa…

Nah saya semakin teliti pada saat memilih barang-barang yang harus saya bawa ketika saya bepergian. Terutama kalo saya ingin bekerja. Di luar persenjataan yang saya bawa untuk mempermudah pekerjaan saya, saya juga memiliki satu tas kecil alias tempat pensil (agak big size untuk sebuah tempat pensil, entah apa pun namanya). Di dalam tempat pensil inilah saya menyembunyikan peralatan yang harus saya bawa untuk mengingat pameo (slogan) hidup saya sekarang.

Oh iya *tepuk jidat* saya belum bilang ya apa yang saya jadikan slogan dalam hidup saya selama beberapa bulan terakhir ini. Selama saya sadar satu hal bahwa tak akan ada mantan-mantan yang akan mengejar saya untuk meminta saya kembali menjadi pacar mereka. Sepertinya mereka lelah dengan penolakan saya. Itu wajar sih.

Slogannya adalah KITA TIDAK PERNAH TAHU KAPAN KITA KETEMU JODOH KITA, JANGAN SAMPAI KITA KETEMU DENGAN DIA DALAM KEADAAN YANG KUCEL DAN DEKIL.

Langsung saja ya? Lima benda ajaib yang akan saya bawa itu adalah:

1. Pelembab merek GARNIER
Sudah beberapa bulan terakhir ini saya setia menggunakannya. Saya merasa kulit saya cocok dengan pelembab yang teksturnya lebih cair dibanding pelembab lain yang saya gunakan sebelumnya. Ada juga yang bilang wajah saya jadi lebih berseri dan bersih. Wuihhh seneng banget mendengarnya.

2. Visible whitening face powder (masih dari merek pelembab yang sama)
Bukan iklan sih, kulit saya juga cocok dengan bedak padat dari merek yang sama dengan pelembabnya. Saya tidak ingin terlalu banyak menggunakan produk yang berbeda pada wajah saya. Takutnya iritasi gitu… hehehe. Terus yang harus diingat alat yang ini harus didukung dengan sebuah cermin untuk mempermudah pengaplikasiannya.

3. Pensil Eyeliner
Dulunya saya akan meneteskan air mata setiap sebuah pensil menyentuh garis kelopak mata saya. Kalo sekarang saya sudah biasa mengenakannya dan hasilnya mata saya yang berwarna cokelat tua jadi lebih indah loh… menyenangkan bukan? Hehehe..

4. Maskara yang waterproof
Cuaca sangat tidak menentu di Pontianak, jadi saya memilih produk maskara yang anti air. Saya nggak mau dong kalo tiba-tiba saya berada di jalan raya dan maskara saya luntur kemudian membentuk sungai hitam di sepanjang pipi saya pas di bagian bawah mata. Malu bangets! Yaks!

5. Lipstik atau lipgloss
Saya tidak akan membiarkan wajah saya menampilkan bibir yang pucat. Minimal saya menggunakan lipgloss untuk memberikan kelembapan pada bibir saya. Biar cantik gitu.. hohohoho..

Terkadang selain membawa lima benda tersebut saya juga membawa parfum dan deodorant. Jadwal bekerja yang padat terkadang membuat saya harus mengabaikan mandi sore. Jadi untuk menanggulangi masalah bau badan, saya serahkan pada mereka berdua. Pokoknya jangan sampai saya ketemu dengan jodoh saya dalam keadaan awut-awutan tambah bau pula… enggak banget.. bisa-bisa calon jodoh saya itu malah nggak jadi jodoh saya.. hahaha.. Namanya juga usaha… :)

Kalo sisir saya nggak pernah bawa palingan bros tambahan yang saya bawa. Saya kan pake jilbab, itu artinya nggak butuh sisir dong.. tapi butuh bros karena takut bros yang saya kenakan rusak atau jatuh di jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan