Langsung ke konten utama

Ligyrophobia


Baiklah, akhirnya saya menulis tentang kekurangan saya yang selama ini saya sembunyikan. Saya juga baru tahu nama ilmiahnya. LigyrophobiaFobia  sendiri adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal (ini dapet dari wikipedia). Sedangkan ligyrophobia sendiri adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada suara yang keras atau nyaring.


Ini sudah lama berlangsung. Sejak saya berumur beberapa tahun, waktu itu belum sekolah, saya memang sudah takut dengan suara yang terlalu keras. Padahal sekarang saya bekerja di sebuah radio swasta sebagai penyiar, bagaimana mungkin seorang yang fobia dengan suara menjadi penyiar? Keajaiban mungkin.

Baiklah, saya ingin menceritakan ihwal mulanya saya berada dalam deretan pelaku fobia ini.

Pada zaman dulu kala… STOP!

Iya kita bukan mendongeng ya? Maaf terbawa suasana, maklum habis menang lomba mendongeng kemarin di Indonesia Bercerita.

Dulu, seingat saya umur saya waktu itu masih tiga tahunan. Saya sudah tinggal bersama nenek saya di Bakau, Jawai Utara. Ternyata saya sangat takut dengan satu alat musik dalam grup tanjidor. Nah yang saya takutkan adalah benda bulat di gambar ini yang dalam lingkaran merah.


Masalahnya adalah di desa saya tanjidor ini wajib ada ketika mengadakan pesta pernikahan. Saya sampai fobia untuk mendatangi pesta pernikahan orang di kampung. Karena saya akan menangis meraung-raung apabila benda ini lewat.

Terdengar bodoh ataukah ada yang mengalami hal serupa?

Apakah sampai di sana saja? Tidak sodara-sodara, saya juga fobia dengan alat musik yang disebut gong. Ada yang serupa yang kecil-kecil juga saya takut. Pokoknya yang berbahan dasar sama. Saya sangat takut. Jujur, sampai sekarang saya masih sangat takut mendengarnya apabila terdengar dengan suara yang keras.

 
Saya juga suka fobia ke bioskop, dulu sih. Beberapa tahun terakhir saya sudah mulai berani buat nonton di sana. Walaupun berbekalkan headset, takut saya tidak tahan mendengar sound system di ruangan tersebut. jadi saya menimpa kuping saya dengan suara lain agar suara sound systemnya tidak terdengar menakutkan.

Saya semakin takut apabila berada di ruangan yang ada sound systemnya dan suaranya menggema. Jantung saya akan berdetak sangat cepat, keringetan, dan saya ingin segera berlari menjauh dari tempat tersebut.

Itu adalah fobia saya yang masih kadang-kadang mengganggu saya. Tapi sekarang saya mulai bisa menahan tangisan, kalau dulu, saya akan berlari ke kamar, bersembunyi dan menangis. Siapa yang mau menyembuhkan saya dari fobia ini? Atau ada yang tahu caranya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan