Langsung ke konten utama

KUNTILANAK: TAK INGIN KUMENINGGALKANMU



(gambar pinjem di sini)

Sebuah kota yang terletak tepat di Garis Khatulistiwa. So, jangan pernah berharap mendapatkan hari yang dingin selama di sini. Kalo malam sih iya! Pastinya dong! Matahari kan nggak menyinari Pontianak lagi kalo malem. Tapi saya suka banget berada di sini! Saya bahkan memutuskan beberapa tahun lagi tetap berada di sini.


Asalnya sih saya memang dari Kalimantan Barat. Jaraknya sekitar 6 jam dari Pontianak ke kampung saya. Namanya Jawai. Banyak pantainya lagi di kampung saya. Nggak kayak Pontianak nih, masa’ genangan aer di Jungkat disebut pantai. Penipuan besar-besaran ni. But, eniwei saya nggak mau bahas itu sih. Saya hanya ingin menceritakan kenapa saya terdampar di Pontianak ini.

Owh ngomong-ngomong soal namanya yang menyeramkan. Benar kok guys, namanya itu berasal dari nama hantu. Kuntilanak dalam Bahasa Melayu disebut Puntianak. Lama kelamaan ditulis Pontianak. Meskipun sebenarnya banyak yang masih mengucapkannya ‘puntianak’. Maklum ini memang yang aslinya sih. Asal muasalnya sih katanya dulu di tempat ini banyak hantunya. Terus ditaklukkan oleh sang raja. Kemudian untuk mengingat nama sang hantu (sang hantu? Apalagi ini? Nggak uye banget deh) maka tempat ini pun dinamai sebagai Puntianak (Pontianak).

Saya pertama kali datang sebagai penduduk di kota ini tahun 2005. Saya lulus di sebuah universitas negeri di sini. Namanya Untan atau Universitas Tanjungpura. Selain karena letaknya masih di Kalimantan Barat, biaya semesterannya juga murah banget. Maklum keluarganya saya bukanlah keluarga kaya. Tapi dibilang nggak punya sih nggak juga ya? Cukuplah buat kuliah di Untan. Seberapa murahkah biayanya? Saya cukup membayar uang semesteran itu nggak sampe setengah juta. Murah banget kan untuk sebuah universitas negeri? Padahal peminatnya minta ampun banyaknya. Saya lulus sebagai mahasiswa reguler A. kalo reguler B sih nggak usah diceritain. Muahalllll!

Saya suka tinggal di Pontianak karena beberapa hal yang mungkin nggak akan saya temukan di tempat lain. Untuk sementara ini deh iya! Apa-apa aja tuh?
1. Air sungai yang katanya bisa membuat orang akan kembali ke sini kalo sudah meminumnya. Walaupun sekarang nggak ada lagi yang mau minum. Wong warnanya minta ampun buteknya, udah gitu tercemar… huwekkkksss…

2. Tiap malam lebaran ada festival maen meriam karbit loh… walaupun saya takut sama bunyinya yang minta ampun nyaringnya, tapi saya suka banget liat meriamnya (kalo lagi nggak dimaenin, gede bangetttttt)

3. Saya menjadi penyiar di Radio Volare! Cihuyyyy! Impian saya berhasil saya wujudkan di sini.

4. Saya bertemu dengan banyak penulis berbakat di sini.

5. Pontianak nggak kayak Jakarta, bebas macet bo’! Walaupun nggak bebas banjir dadakan yang datang tiba-tiba ngilangnya juga tiba-tiba!

6. Saya suka makanan khasnya yang ada setiap Bulan Ramadhan. Sotong pangkong!







Sotong pangkong adalah hewan laut yang dikenal dengan nama cumi-cumi. Cara membuatnya juga gampang. Cumi-cumi dikeringkan. Terus dipanggang, setelah itu dipangkong (dipukul dengan palu kayu sampe agak lembut gitu, entah bagaimana menjelaskannya). Lalu disiram pake saus kacang, manis-manis pedes gitu, ada butiran kacang tanahnya. Tapi nggak kental sodara-sodara! Sedep abissss!


7. Saya juga seneng di sini karena rasanya berada di luar negeri (negera jiran kita, Malaysia). Bahasa yang digunakan tuh serupa dengan bahasa yang ada dalam pelem Upin Ipin. Lucu kan?

8. Saya patah hati dan jatuh cinta di sini! Beberapa mantan saya ada di Pontianak. Saya nggak mau meninggalkan Pontianak bukan berarti saya pengen balikan sama mereka. Sama sekali tidak. Saya nggak tega meninggalkan mereka karena saya sangat berharap suatu hari saya bisa nggak sengaja ketemu mereka lagi dan membiarkan mereka berbicara dalam hati. Mau tahu ucapan apa yang saya ingin mereka katakan dalam hati mereka itu?

“Ya ampun, sekarang dia beda banget sama jaman dulu pas pacaran sama gue. Ternyata gue salah ninggalin dia, dia harusnya adalah orang terakhir yang gue pilih buat jadi istri gue. Dia cantik banget ya sekarang? Novelnya entah telah berapa kali diterbitkan? Apa? Dia penyiar radio? Hebat banget dia! Dapet beasiswa ke luar negeri? Pinter banget dong dia? Kok dulu gue nggak nyadar semua kelebihan dia ya? Kok yang keliatan kekurangan dia doang?”

Terus drama ini akan slow motion (gerak lambat, apakah bener itu tulisannya?)

Scene selanjutnya saya akan menebar senyum yang sangat manis untuk mantan-mantan saya. Sambil melambaikan tangan ala Miss Universe.

Gubrak! Ternyata saya berkhayal.

Segitu aja deh semuanya tentang aku dan Pontianak. Pengen lebih jelasnya datang aja langsung. Lebih baik lagi datangnya pas terjadinya titik kulminasi. Jadi bisa menyaksikan sendiri keajaiban alam. Bagaimana rasanya nggak punya bayangan? (seingat saya sih emang begitu kejadiannya, bayangan kita menghilang)

So, keep blogging, happy writing!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma