Langsung ke konten utama

KULIT PUTIH = CANTIK?

produk pemutih


Beberapa kali saya menemukan berbagai iklan yang seakan-akan mendewa-dewakan kulit putih. Seakan-akan memiliki kulit putih adalah sebuah kebanggaan dan sebuah keharusan untuk mendapat predikat cantik. Iklan yang terus-menerus tersiar di televisi semakin membentuk sebuah doktrin yang memang memaksa kebanyakan orang untuk mengakui bahwa memiliki kulit putih sama juga menjadi manusia yang indah. Terutama untuk kaum hawa.


Setelah melihat tayangan iklan di televisi saya kemudian melihat iklan layanan suntik putih, bleaching, atau vitamin pemutih di beberapa media mikroblogging. Saya tersentak kaget. Apakah sudah sedemikian tertanam dalam benak mereka bahwa kulit putih itu adalah syarat utama untuk menjadi orang yang cantik? Kalo warna putih adalah warna terindah seharusnya tidak ada yang akan mengagumi keindahan langit malam hari yang bertaburan dengan bintang atau terpesona dengan lapisan warna yang membentuk pelangi. Bukankah hidup ini indah apabila semuanya penuh warna?

Sayangnya banyak perempuan Indonesia yang termakan dengan iklan yang memang setiap hari mereka lihat di televisi. Saya tidak mengatakan kulit putih itu jelek karena saya memiliki kulit yang sawo matang. Saya bahkan pernah menjadi korban kekejaman, apakah boleh saya menyebutnya kejam, iklan produk pemutih. Saya pernah mencoba beberapa produk yang memang menawarkan kulit putih dalam waktu yang instant.

Ngomong-ngomong soal produk yang instant nih, saya rasa semuanya tahu hal-hal yang berbau instant tidak ada yang baik. Jadi saya pernah pastinya mengalami masalah terutama kulit wajah karena termakan rayuan teman yang mengatakan saya akan mendapatkan kulit putih hanya dalam waktu kurang dari seminggu. Produk macam apakah yang mampu membuat warna kulit berubah itu? Ternyata semua iklan dari mulut ke mulut yang mengatakan bahwa produk tersebut dibuat oleh dokter kulit yang ternama dan dijamin tidak berbahaya sama sekali salah. Salah besar! Produk itu dibuat oleh orang yang sama sekali tidak memiliki keahlian di bidang kedokterkulitan (kalau saya boleh membuat bahasanya lebih padat seperti itu).

Hasilnya bisa dipastikan. Instant! Cepat putih cepat juga hitam kembali. Bahkan yang menyedihkan pada beberapa orang yang memiliki kulit yang sensitif, kulitnya malah menjadi sangat merah. Sama sekali tidak menjadi putih. Jadi alangkah kasihannya wantiya yang kerap menjadi korban. Penyebab kulit yang iritasi ini adalah bahan yang digunakan pada kosmetik pemutih tersebut. Ada yang menggunakan bahan untuk mengelupaskan cat mobil. Bayangkan! Apa yang akan terjadi dengan kulit manusia yang menggunakan kosmetik seperti itu?

Itu baru produk pemutih yang dioleskan. Sekarang ada berbagai macam cara yang bisa digunakan untuk membuat kulit menjadi seputih mutiara (itu janji yang menjual produk pemutih ya?), ada suntik putih, kapsul pemutih, dan entah apalagi namanya. Semuanya pasti menawarkan putih dalam waktu yang singkat dan mendapatkan hasil yang (katanya sih) maksimal.

Saya memang bukan ahli dalam bidang kedokteran. Tapi secara logika mengubah sesuatu yang ada pada diri kita secara instant (apalagi sudah banyak yang tahu kan kalo yang instant itu nggak baik) pastinya akan memberikan dampak yang negatif. Believe me, its not save baby…
Sayangilah diri kita sebagaimana apa adanya. Melakukan perawatan sah-sah saja. Tapi memaksa untuk mengubahnya menjadi lebih putih dengan cara yang instant saya rasa bukan pilihan yang tepat. Siapa bilang putih itu berarti cantik? Apakah kamu bisa mengatakan seorang gadis itu cantik apabila dia memiliki jerawat yang memenuhi wajahnya meskipun kulitnya putih seperti pualam? Apakah kamu tetap mengatakan seorang perempuan itu cantik kalau wajahnya berminyak?

Masih banyak hal lain yang akan membuat kamu terlihat cantik meskipun kamu tidak memiliki kulit yang putih secerah awan di langit biru yang tidak bermaksud untuk mengundang hujan.

Faktanya di luar negeri malah banyak orang yang mengidamkan untuk memiliki kulit yang lebih gelap dari kulit aslinya dengan berjemur di bawah terik matahari. Itu membuktikan bahwa kulit putih tidak memberikan arti lebih apa-apa kepada kita. Buktinya banyak gadis negro yang tetap terlihat cantik dengan kulit hitamnya. Nah orang-orang yang ingin menghitamkan kulit ini pun menghadapi berbagai macam bahaya. Contohnya kanker kulit atau iritasi karena pengelupasan. Jadi syukurilah apa yang ada. Warna apa pun kulit kita selama kita merawatnya dengan baik, saya yakin akan membuat kita terlihat cantik. Cintailah apa yang kita miliki.. jangan terobsesi dengan sesuatu yang menawarkan putih dengan cara yang instant… putih nggak berarti cantik kok. Putih = cantik itu hanya ada dalam iklan…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan