JODOHMU=KAMU, JODOHKU=AKU

jodoh


Sampai sekarang kadang berpikir kenapa belum menemukan orang yang sesuai. Mulai dari yang aku sayang sampe yang balik menyayangi aku. Apakah aku berada di titik yang salah untuk menemukan seseorang yang bernama jodoh atau memang belum waktunya?


Banyak yang akan setuju dengan pernyataan kedua. Belum jodoh selalu menjadi alasan terpenting untuk menghibur seseorang. Entah kenapa kalimat basi itu mendarah daging di bibir orang. Terutama orang-orang yang telah menikah. Mereka akan mengamini kalimat ini. Menyakitkan buat orang yang tak kunjung menemukan jodohnya.

Sayangnya aku tak setuju dengan pernyataan di atas. Dua-duanya malahan. Rasanya, setelah menimbang dan berpikir dengan keras mengenai hal ini, soalnya aku memang sering galau karena hal ini, walaupun kegalauan yang disebabkan oleh lapar lebih menyiksa.

Aku memang bukan ahli agama yang hapal dan paham dengan ayat Al-Quran. Tapi aku pernah baca kalo jodoh kita itu mencerminkan diri kita sendiri. Jadi kalo kita baik, jodoh kita akan baik pula. Begitu juga sebaliknya. Kalo kita buruk, maka jodoh kita buruk pula. Aku tak ingin menjelaskannya secara detil di sini. Aku hanya ingin mempermasalahkan tentang jodoh yang tercipta untukku.

Lalu apa masalahnya?

Aku telah melihat niat baik Allah untukku. Niat yang sangat baik untuk mempersembahkan jodoh untukku.

Aku tahu kenapa sampai sekarang jodohku belum ketemu. Karena aku belum sepenuhnya menjadi kupu-kupu. Aku belum siap terbang dan melakukan perkawinan. Aku masih merintis sesuatu yang akan membentuk diriku menjadi seseorang. Seseorang yang mungkin bukan seperti sekarang ini. Secara sifat aku tak akan banyak berubah. Tapi secara sosial aku percaya satu hal. Semua perjuanganku akan membuahkan hasil. Aku tahu aku akan menjadi seseorang yang aku pikirkan itu. Beberapa hari ini aku telah mengalaminya. Ada yang sangat senang dengan buku yang aku tanda tangani. Padahal sampai sekarang aku merasa aku bukanlah siapa-siapa.

Suatu hari….

Aku akan menjadi penulis yang terkenal. Akan ada tulisanku yang mengguncang dunia. Semua orang yang menyia-nyiakanku, mencampakkanku, menganggapku remeh, menghinaku, dan merendahkanku akan menyesal seumur hidup.

Aku percaya dan yakin itu. Karena semua yang sekarang aku pikirkan mulai terbukti satu demi satu. Kita tunggu suatu hari yang lain saat aku telah menjadi kupu-kupu, akan ada seekor kupu-kupu yang gagah akan memilikiku. Bercinta di antara bunga-bunga.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes