Langsung ke konten utama

Ganti Template Baru


Sebenarnya dari kemarin sudah melirik-lirik template bawaan blogger yang ini. Tapi takut untuk menggantinya, soalnya settingan di kotak html akan hilang semuanya dong ya? Kecuali widget yang dipasang dengan kotak gadget tersendiri. Jujur. Saya takut untuk melakukan itu. Saya takut kehilangan banyak editan yang saya pasang di html-nya.


Hingga akhirnya ada yang protes blog saya lebih berat dari sebelumnya. Padahal umurnya baru sebulan sembilan belas hari. Memangnya naik berapa kilo? Sampai berat begitu? Emangnya bayi ya? Hahahaha..

Sebenarnya saya juga merasakan blog ini berat. Tapi kemarin saya mengaturnya itu butuh berhari-hari. Bahkan hingga hitungan minggu saya masih merasa ada yang kurang dengan blog saya. Karena banyaknya yang saya atur di pengeditan htmlnya, blog saya menjadi buerrattt.

Hari ini saya mengalah dan mengembalikan pengaturannya ke default dengan mengubah beberapa hal. Hal-hal yang saya pikir tidak membuat blog saya berat. Widget masih lengkap seperti sebelumnya karena saya yakin blog saya tidak berat dengan widget itu. Ada beberapa widget yang saya perpendek biar makin sesuai dengan tampilannya.

Halaman yang bisa melipat di bagian kanan akhirnya tidak saya pasang lagi. Saya pikir itu berat. Toh saya sudah memajang novel tulisan saya di halaman tersendiri. Kalau memang ada yang akan beli pastinya dia akan beli kok. Tidak perlu menyisipkan promo yang terlalu banyak. Di twitter juga bisa promo kan? Malah lebih efektif di sana.

Tulisan untuk postingan juga berubah. Lebih sederhana kan? Lebih enak dibaca dong. Ukuran tulisan untuk komentar yang masuk saya biarkan kecil begitu. Biar tidak mengalahkan tulisan postingannya. Auto read more-nya juga tidak saya gunakan lagi. Sudah cukup nyaman seperti ini. Bagi saya. 

Ada beberapa hal yang mengharuskan saya untuk mengoprek htmlnya. Paling penting adalah anti copas yang meminimalisir plagiat tulisan saya. Walaupun saya tidak tahu apakah ada orang yang berniat untuk menjiplak tulisan saya. *serasa seleb*. Dua tombol penting yang harus ada dalam tiap postingan ada tombol ‘share via FB’ dan ‘share via twitter’. Ini juga harus mengoprek html. Terakhir yang mengharuskan saya mengoprek html adalah divider tercinta yang sangat saya sayangi. Soalnya saya tidak memasang header untuk blog saya.

Sebenarnya saya tidak begitu cerewet soal template yang bisa membuat saya jatuh cinta. Paling penting buat saya adalah template tersebut ujung-ujungnya tidak runcing. Saya suka yang membulat. Karena ujung yang  tajam membuat saya tidak betah berlama-lama di sebuah blog. Apalagi blog saya akan saya miliki selamanya dan update setiap hari.

Akhirnya inilah template yang saya gunakan sekarang. Kalaupun nanti saya mengubahnya lagi, tema yang saya pilih kayaknya masih yang ini sih. Mudah-mudahan. Hehehe…


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma