Langsung ke konten utama

Ngeblog

blog

(Gambarnya dari sini)

Beberapa blog yang saya minati pada awalnya ternyata sepertinya sedang pingsan. Padahal saya berharap saya membaca tulisan baru di sana. Saya harap ada sesuatu yang bisa saya nikmati lagi di blog yang sama tersebut. Sekarang saya memang sangat produktif dalam hal menulis. Saya bisa menulis tidak hanya satu artikel dalam seminggu. Saya bisa menulis setiap hari. Kenapa? Kenapa? Sampai sekarang saya bingung saya sama sekali tak mampu menghentikan jemari saya untuk menulis. Kecuali kalau memang saya kehilangan jaringan internet, saya akan terlihat pingsan untuk beberapa waktu. Tapi saya tetap akan menulis untuk blog saya dan akan mengunggah tulisan tersebut saat semuanya sudah memungkinkan.


Perut saya agak tidak bisa diajak bekerja sama hari ini. Rasanya ada yang salah dengan perut saya. Padahal tadi waktu saya bangun tidur saya telah mampir di toilet.

Kembali ke masalah semula, saya masih bertanya-tanya. Apakah karena saya merasa ada beban moral saat saya tidak membuka blog saya karena saya telah mempromosikannya sedemikian rupa. Sepertinya memang iya. Saya tidak enak hati untuk tidak menuliskan sesuatu yang baru di sana. Meskipun tulisan itu bukanlah tulisan yang memiliki tujuan yang jelas. Terkadang malah hanya berisikan curcol-an saya yang tak mampu saya ungkapkan kepada siapa pun.

Happy blogging!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan