Langsung ke konten utama

Fahd: Adik Bungsu


Beberapa hari ini di rumah telah hadir adik bungsu saya. Fahd. Namanya sangat singkat. Saya juga tidak tahu namanya begitu singkat. Padahal sebelumnya kami bertiga, kakak sulung, saya, dan adik perempuan saya memiliki nama yang terdiri dari dua kata. Abang Fahd, Syafaat adalah adik saya juga, anak keempat dari lima bersaudara. Iya, kami lima bersaudara. Tidak mengikuti program keluarga berencana dari pemerintah.



Sekarang saya ikut berperan menjadi seorang ibu bagi adik bungsu saya. Bertugas membuatkannya sarapan dan memakaikannya baju. Adik saya ini akan segera masuk PAUD tahun ini. Bulan depan dia akan terdaftar di PAUD Untan.

Sebagai ‘ibu’ yang baik, saya membaca banyak sekali informasi tentang makanan yang menyehatkan untuk anak-anak. Sekarang menu wajibnya setiap pagi adalah roti panggang yang diolesi mentega dan disiram susu kental manis.

Dia suka dan selalu menghabiskan sarapannya dengan tenang. Adik saya yang ini memang sangat mandiri dan tidak suka disuapi. Jadi dia telah bisa makan sendiri sejak usia dua tahun. Tapi dia memiliki badan yang mungil sehingga sering dikira berusia 3 tahun. Padahal bulan oktober nanti usianya sudah 6 tahun.





NB:
Foto yang ditandai dengan 'Fahd Photography' adalah foto karya adik saya yang baru berusia 5 tahun ini.
Teman-teman yang punya saran agar adik saya bisa berkarya lebih baik silakan komentar di sini ya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan