Langsung ke konten utama

DEMAM MIXER

Sumber gambar dari sini


Pertama kali melakukan sesuatu atau tampil di depan umum kita biasanya merasakan yang namanya demam panggung. Berbeda ketika menjadi penyiar pertama kalinya. Kita mungkin akan demam mixer. Apalagi saya yang memang bukanlah orang yang pinter menghadapi benda mati yang bernama ‘alat elektronik’. Alih-alih mahir, saya malahan bisa gampang kesetrum. Saya tidak tahu bakat ini saya dapatkan dari mana.




Bakat? Doh! Itu kan bukan bakat ya?

Baiklah sodara-sodara, itu bukanlah bakat. Saya harus mengakui bahwa beberapa benda yang harusnya tidak menyetrum bisa membuat saya tersengat listrik. Tapi tidak sampai pingsan kok. Hanya terasa menggigit sedikit di jemari yang menyentuh alat elektronik tersebut. Biasanya sih notebook saya sendiri. Padahal terkadang tidak menyetrum.
 
Sudahlah, kita tinggalkan soal setrum-menyetrum tersebut.

Sekarang kita kembali ke jalan yang benar. Jadi begini awalnya, saya diterima menjadi penyiar di sebuah stasiun radio swasta. Radio Volare. Kejadiannya hampir setahun yang lalu. Waktu itu memang Jaka membutuhkan penyiar pendamping untuk acara SODA GEMBIRA. Sebenarnya saya sangat tidak percaya diri untuk melamar ke radio tersebut.
 
Lho kok bisa kakak?

Soalnya di Radio Volare penyiarnya rata-rata memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang bagus. Apalagi Rieda dan Dini yang memang menempuh pendidikan di Program Studi Bahasa Inggris. Keberanian saya untuk mengirimkan lamaran semakin menciut.

Untungnya waktu itu sahabat saya yang mau menguatkan masih ada di dunia ini. Terima kasih telah hadir dalam kehidupan saya Fitri Junia. Keberadaanmu selama hampir enam tahun membuat saya sadar, tak ada yang bisa mengerti saya selain kamu.
 
Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengirimkan lamaran tersebut. dua minggu kemudian saya benar-benar dipanggil untuk tes wawancara. Saya pikir wawancaranya akan lama. Ternyata tidak perlu waktu lebih dari 15 menit, saya telah mendapat tugas untuk latihan di program SODA GEMBIRA.
 
Pertama, saya memang hanya bertugas mencolek status Bujang Dare di facebook. Setiap hari berlangsung demikian. Padahal saya berharap bisa mengeluarkan suara saya di udara. *mupeng*
 
Saya benar-benar bersiaran adalah di program INSAP. Ini adalah program yang membutuhkan tenaga ekstra. Kenapa? Karena saya harus keluar dari rumah pukul 2.30 pagi. Bayangkan. Kemudian bersiaran dari pukul 3 sampai pukul 5 pagi.

Pernah sekali, Rieda tidak masuk dan menyebabkan saya harus menghadapi meja studio sendirian. Tangan saya dingin menghadapi mixer dan komputer. Saya belum siap sebenarnya. Tapi itu tugas saya. Saya berusaha untuk bisa. Bagaimana pun kerasnya saya mencoba waktu itu, saya tetap demam mixer.
 
Memang selalu ada yang menjadi pengalaman pertama ketika menghadapi sesuatu. Tapi saya akhirnya terbiasa dengan mixer tersebut. dulu ‘dia’ memang dingin dengan saya. Sekarang? Kami seperti dua sahabat yang tidak pernah saling bercakap-cakap. Saya hanya yakin, dia mengenal saya seperti saya mengenalnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan