Langsung ke konten utama

Bukan Tutorial: Kenapa Favicon Saya Belum Berubah?


Sumber gambar di sini

Beberapa teman baru saya di dunia maya akhirnya pada menjejalkan pertanyaan ini kepada saya. Begini sodara-sodara tenang! Tenang! Jangan disobek blognya…
Tenang!
Duduk dulu… sini dekat Tante…
*maksudnya apa ini?*


Baiklah, saya curhat sajalah mengenai pengalaman saya sebelum saya menuliskan langkah-langkah untuk membuat favicon dan mengubah favicon blog Bujang Dare (baca: abang none, Mr. Ms.).

Beberapa hari sebelumnya saya juga mengalami yang namanya bingung. Kenapa Tan? (suara di belakang tiba-tiba nyeletuk)
 

Waktu itu saya sama sekali tidak punya tempat untuk bertanya. Soalnya saya merasa sudah menerapkan lagkah-langkah yang benar untuk mengubah favicon blog saya tercinta yang umurnya baru genap sebulan 3 minggu ini tapi ternyata faviconnya tidak berubah. Saya diam. Saya membiarkan blog saya begitu adanya. Karena saya pikir berubah atau tidak, bukanlah masalah yang besar walaupun sebelumnya saya sempat kesal juga.
 

Kemudian saya mampir ke beberapa blog lainnya. Akhirnya saya mendapati untuk mengubah favicon itu tidak butuh pengeditan html seperti pada beberapa tutorial yang saya dapatkan melalui gugel. Ada cara yang sangat mudah. Caranya telah saya tuliskan di Cara Menganti Favicon. Ingin tahu lebih lengkap bisa mampir ke postingan tersebut ya?


Waktu saya mencari tahu tersebut saya memang menemukan blog yang memberikan penjelasan dalam bahas Inggris jadi biar lebih mudah saya mencoba untuk membagi pengalaman saya mengubah favicon bahkan membuatnya dengan bahasa Indonesia. Hitung-hitung berbagi pengalaman biarpun ini adalah pengalaman kecil yang sederhana, siapa tahu ada yang bisa mengambil manfaatnya.



Terus balik lagi ke masalah favicon saya yang tak kunjung berganti ketika saya buka melalui chrome di lappy saya, saya mencoba melupakannya walaupun saya ingin sekali membuktikan bahwa saya bisa melakukannya sendirian tanpa mengharapkan bantuan blogger mana pun.




Ternyata ketika melalui opera mini di hengpong jadul saya, faviconnya sudah berubah kok. Ketika balik cek ke chrome masih logo ‘B’ (blogger). Berarti sudah berubah pikir saya waktu itu. Setelah beberapa hari akhirnya saya bisa melihat perubahannya di chrome saya. Apalagi banyak blogger lain yang tanya tentang favicon saya. Artinya memang tidak lagi logo blogger, melainkan sudah logo kue yang terlihat lezat itu. Hehehehehe…

Sumber gambar di sini


Buat yang sudah melakukan langkah-langkah untuk mengubah faviconnya dan ternyata belum terlihat. Sabar ya? Blogger sabar disayang pacar… ahahahaha…

Apabila tampilan di draft sudah seperti di bawah ini berarti sudah berubah kok.


Itu diperbesar ya? Tampilan normalnya seperti di bawah ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan