Langsung ke konten utama

“SALAH SATU” = “BENAR SEMBILAN”


Pinjem gambarnya dari sini.
Tidak dapat dipungkiri di negara kita tercinta ini, Indonesia, banyak orang lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa persatuannya sendiri. Coba dengar kalau ibu-ibu bercerita tentang anaknya yang sedang sekolah. Mereka akan bangga jika anaknya bisa dapat nilai tinggi di mata pelajaran bahasa Inggris atau Jepang dan bahasa asing lainnya. Wajar sih bangga, namanya juga bahasa negara lain bisa dikuasai. Tidak semua orang bisa seperti itu. Termasuk saya yang berbahasa Inggris pasti belepotan dan bahasa Mandarin juga pas-pasan.


Bagaimana jika anaknya tidak pintar berbahasa asing melainkan dapat nilai bagus untuk bahasa Indonesia?

Sebagian besar tidak akan bangga memamerkan hal tersebut. Mereka akan beranggapan itu adalah hal yang wajar. Namanya juga bahasa negara sendiri. Sudah dipelajari sejak SD. Tidak begitu istimewa kedengarannya.

Ketika saya duduk di bangku kuliah dan memilih program studi Bahasa dan Sastra Indonesia pun banyak yang mengatakan: “Emangnya belum cukup ya di bangku sekolah sampai harus kuliah lagi hanya untuk belajar Bahasa Indonesia?”

Iya, saya merasa sangat kekurangan dalam bahasa Indonesia. Hingga detik ini pun saya masih terus belajar bahasa Indonesia dan memperbaiki kesalahan saya dalam berbahasa.

Saya hanya seorang pembelajar.

Tahu sedikit tentang bahasa Indonesia. Berbagi sedkit pula. Kesalahan yang sering dilakukan orang dalam berbahasa adalah penggunaan ‘salah satu’ dalam kalimat. Saya masih ingat dengan ucapan dosen saya yang setengah bercanda. Jika ‘salah satu’ berarti benar sembilan dong?

Ternyata setelah saya kuliah saya baru tahu bahwa penggunaan ‘salah satu’ itu salah. Seharusnya untuk menunjukkan atau memokuskan pada sesuatu yang digunakan adalah ‘satu di antara’.

Contohnya:

[salah] Salah satu pengguna jalan itu tertabrak mobil tadi pagi.
[benar] Satu di antara pengguna jalan itu tertabrak mobil tadi pagi.

Kebanyakan orang menganggap diksi yang paling banyak atau sering digunakan adalah yang benar. Sehingga kesalahan itu semakin lama semakin panjang. Saya berharap dengan tulisan ini, pembaca yang mampir bisa berbagi dengan orang lain untuk menggunakan diksi yang benar dalam kalimat yang digunakan.

Saya tahu yang saya bagi ini masih sedikit. Mudah-mudahan setiap postingan saya bisa berbagi tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mohon maaf jika postingan saya juga masih banyak kekurangan di sana-sini. Saya masih belajar untuk menulis.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan