KETIKA KAMU DIANGGAP RENDAH APA YANG KAMU LAKUKAN?



Saya memang tidak terlahir seperti orang lain yang brojol kemudian mendapatkan banyak hal yang tidak saya dapatkan. Menjadi apa yang mereka mau diusia yang tepat. Bangga dengan apa yang mereka punya. Sampai sekarang pun saya masih merasa sebagai perempuan biasa yang tidak punya banyak hal yang bisa dibanggakan. Saya masih seorang pembelajar di dalam kehidupan.


Dianggap rendah adalah makanan saya sehari-hari. Dicemooh adalah minuman kehidupan yang harus saya teguk sesapan demi sesapan.

Sejak kecil, saya harus menghadapi semua itu. Sampai sekarang saya masih membentengi diri dari keterpurukan yang saya dapatkan.

Berapa pun kebaikan yang kamu lakukan, terkadang anggapan terhadap dirimu tetap rendah.

Saya hanya ingin bercerita tentang banyak orang yang hadir dalam kehidupan saya. Sebelumnya saya harus mengakui kita akan menemukan sekelompok orang dan kita harus memilah mana yang teman dan mana yang bukan. Ada beberapa orang di dunia ini hanya mau berteman dengan yang memiliki kekayaan ada pula yang mau berteman tanpa alasan lain karena mereka melihat dirimu apa adanya.

Terkadang memiliki pemikiran yang terlalu positif bukanlah hal yang baik. Berpikirlah dengan dua sisi. Baik dan buruk. Kita tidak tahu bahaya apa yang mengancam ketika kamu terus berpikiran baik.

Milikilah saringan dalam kehidupan untuk memilah mana yang pantas dijadikan sahabat dan bukan. Rasanya tidak menyenangkan apabila kamu telah membuang waktu sedemikian panjang hanya untuk orang-orang yang ternyata tidak menganggapmu sahabat sama sekali.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan junior saya di sebuah komunitas. Saya ingat sekali dulu saya sering menyapanya tapi kemudian kami jarang bertemu karena telah memiliki kesibukan yang berbeda. Lagipula memang kami tidak begitu akrab. Tibalah detik naas itu. Saya menyapanya dan ternyata yang saya dapatkan malah ucapan yang sangat sinis.

“Tumben menyapa saya, perasaan dulu tidak pernah.”

Saya menyesal menyapanya. Ternyata dia sangat sombong. Apakah memang semua wartawan seperti itu? Saya pikir wartawan adalah orang yang memiliki hati yang besar dan tidak sombong. Saya salah dibagian itu. Tidak semua wartawan memiliki kebesaran hati. Ada yang hatinya sempit dan tidak perduli dengan orang yang mereka pikir bukan siapa-siapa.

Sekarang saya memang belum menjadi siapa-siapa. Belum. Tapi saya akan menjadi seseorang yang kalian akan malu karena pernah merendahkannya dulu.


Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes