Langsung ke konten utama

COWOK MEMUJI CEWEK? ITU BIASA, BAGAIMANA KALO CEWEK YANG MEMUJI CEWEK?

rohani syawaliah

Selama ini aku jarang sekali merasa cantik. Biarpun laki-laki seisi dunia ini mengatakan aku cantik. Karena dipuji laki-laki itu biasa. Nah bagaimana kalo yang melakukannya perempuan? Maksudnya? Begini lo… kemaren nggak sengaja aja sih ketemu beberapa cewek yang lagi nongkrong di cafĂ© sebelah tempat mengajarku. Aku dan murid-murid kesayanganku itu pun mampir untuk sekedar beli cemal-cemilan. Kami duduk tak begitu jauh dari meja.
Lalu beberapa cewek menatap ke arahku. Aku merasa jadi salting nih dipandangin cewek-cewek. Sebenarnya sih lebih tepatnya aku bingung. Aku kan normal bo’? Kenapa ditatap kayak gitu? *tsaah*

Lamat-lamat aku melihat mulut satu antara mereka mengucapkan kalimat, “Cewek itu cantik ya?”
insyaAllah itu bener, dilarang komplen ya? Fufufufufufu…

Aku sering dibilang cantik sama cowok-cowok yang punya niat terselubung padaku. Aku sih nggak begitu bangga kalo yang memuji laki-laki. Tapi kalo yang memuji cewek tanpa keinginan untuk mengajakku pacaran sesama jenis pasti lain lagi ceritanya.. ahahahhaha…

Aku kemaren hanya membaca sebuah tips di sebuah blog untuk tampil cantik. Bahkan cewek jelek pun bisa tampil secantik cewek Jepang. Aku hanya mempraktekkan hal tersebut dan nggak pernah tampil tanpa dandanan. Minimal pake bedak sama lipstik lah kan? Nggak juga delapan lapis bedaknya kayak artes di tipi yang udah mirip lenong… hahhahahha…

Aku dulu sering bilang sama sepupuku yang suka males dandan, kalimatnya seperti ini.
“Tiang listrik aja kalo dikasih eyeshadow bisa cantik, apalagi kamu.”
Ternyata memang benar ya? Wajah biasa bisa tampil luar biasa kok kalo kamu pinter ‘menggambarnya’. Semuanya udah terbukti. Aku yang dari dulu mukanya begini-begini aja bisa mendapat pujian cantik dari cewek-cewek yang menurutku juga cantik kok. Waktu awal-awal aku belajar dandan sih aku pernah dipuji sama teman-teman kampusku yang pernah mengenalku saat aku tak memahami fashion dan make up. Mereka bilang, “Duh sekarang cantik ya?”

Kesimpulan kalimat mereka sih begini menurutku.
“Sekarang aku cantik, berarti dulu aku jelek.”
Sebel campur sebel sih mendengarnya.
Kemaren aja sempat kejadian teman sekelasku nggak mengenali aku lagi. Aku masih ingat wajahnya. Tapi dia tak menyapaku sama sekali. Apakah saat berdandan aku begitu berbeda? Entahlah… aku selalu merasa sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan