AKU SENDIRIAN KARENA AKU BERBEDA, AKU BERBEDA KARENA AKU ISTIMEWA


Sumber Gambar: di sini.
Di tengah semakin banyaknya blogger muda yang bermunculan. Maklum saya sudah merasa sangat tua dengan banyaknya blogger yang sudah sangat canggih pengetahuannya tapi usia masih belasan tahun.

Saya sering sekali merasa rendah diri, sangat tidak percaya diri dengan apa yang saya punya, selalu merasa ada yang salah, ada yang kurang, ada yang tidak benar, entah kenapa.


Mampir ke beberapa blog yang mendapat pengunjung yang banyak atau follower yang banyak. Bahkan sampai dipromosikan oleh blogger yang lain. Memang saya pernah di promosikan oleh seorang blogger yang saya anggap ayah saya (usianya sih tidak setua ayah saya) tapi rasanya saya melihat sesuatu yang beda jauh di sana.

Saya merasa kurang beruntung dibanding banyak orang yang ada di dunia ini, apakah kalian merasakan yang sama.

Mungkin saya kurang bersyukur dan memandang ke bawah, jika bawah yang dimaksud memang ada.

Di tengah gempuran ketidakberdayaan, saya akan mampir ke sebuah blog yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang namanya komentar apalagi pengunjung. Kemarin saya sudah berada di tahap saya tidak peduli dengan yang namanya komentar atau pengunjung karena saya memang memiliki blog gratisan yang saya bangun tanpa membayar sepeser pun untuk subdomain yang saya pilih.

Sekarang ketika saya merasa menjadi orang yang paling minus di dunia saya akan mendatangi rumah Hoeda Manis yang tidak pernah menyediakan kotak komentar di blognya, tidak ada widget buat eksis seperti kebanyakan blog lainnya, termasuk blog saya. Dia bahkan tidak punya twitter atau facebook untuk promo blognya seperti saya. Tidak perlu meniru cara menulisnya orang lain. Tulisannya juga tidak banyak yang mengocok perut, malahan kebanyakan serius. Tapi tulisannya berisi dan saya menyukai semua tulisannya.

Setiap kali saya benar-benar jatuh, saya akan membaca tulisannya dan sadar satu hal. Saya memang sendirian dengan semua perbedaan yang saya miliki. Saya sendiri karena saya beda. Saya sendiri karena saya istimewa. Saya harus mencintai ketidaksamaan saya. Ketidakpopuleran saya. Bayangkan kalau semua orang populer, lantas siapa yang akan menjadi orang yang tidak populer seperti saya.

Terima kasih untuk Mas Hoeda yang sudah hadir di rumah catatannya. Semua tulisan itu telah menguatkan saya.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes