Langsung ke konten utama

4 KIAT MENGHILANGKAN KEBOSANAN SAAT BERSIARAN


Anak-anak       :           “Hah? Apa tak salah tuh Tante judulnya?”

Honeylizious     :         “Maaf anak-anak, hari ini Tante harus jujur sejujur-jujurnya. Siapa bilang menjadi penyiar itu tidak membosankan?”
Anak-anak       :           “Terus kalo bosan kenapa masih mau jadi penyiar Tante?”
Honeylizious   :           “Karena menjadi penyiar juga tidak membosankan.”

#Hening

Mungkin ini terdengar gila. Bagi saya hal yang paling menyenangkan juga bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat membosankan. Tapi sebagai orang yang sudah cukup malang melintang. Lebih banyak malangnya sih daripada melintangnya. Bahkan bisa jadi kayang melintang. *Apakah ini?*

Baiklah, saya ingin berbagi pengalaman seputar dunia penyiaran. Tidak selamanya menjadi penyiar itu menyenangkan kok. Apalagi kalau lagi lapar. Kegalauan saya yang paling utama biasanya adalah berasal dari kelaparan yang mencuat di udara. Nah, untungnya saya siaran bukan pada jam sarapan, makan siang, atau makan malam. Saya siaran pada jam tenang yang menyenangkan. Pukul 2-5 sore. Bagus kan?
 
Lalu apa yang membosankan Tante?
 
Oh, kalian sepertinya mulai bosan membaca tulisan ini ya? Hehehe..
 
Awalnya sih tidak sempat bosan karena butuh beberapa bulan untuk menyesuaikan diri dengan peralatan bersiaran. Termasuk menghapal folder lagu yang akan diputar. Sekarang semuanya sudah dikuasai sehingga dengan gampang bisa bengong di depan layar PC studio.
 
Kan enak Tan? Bisa eksis di dunia jaringan sosial.
 
Iya sih, tapi tidak enaknya nanti malah kelewatan lagu atau iklan. Radio itu tidak boleh ada sepi walaupun beberapa mili detik. Berbahaya! Karena radio hanya mengandalkan suara untuk menarik pendengar setia menyimak gelombang radio. Pendengar adalah orang yang harus kita manjakan. Jangan sampai mereka pindah channel radio. Jadi, saya jarang aktif di jejaring sosial pada saat bersiaran apabila sendirian mengendalikan PC studio.
 
Berbeda apabila siarannya berdua. Saya bisa aktif dan juga bisa mengobrol dengan teman siaran saya.
 
Semenjak seringkali mengalami kebosanan ketika bersiaran sendirian atau ditinggal sendirian. Apa sajalah namanya ya? Saya agak takut di dalam ruang siaran. Jadi saya memutuskan untuk melakukan beberapa hal tanpa melibatkan pendengar.

1.      Berkaraoke di ruang siaran
Nah ada beberapa peralatan yang tidak saya ketahui cara menjelaskannya. Tapi saya akan coba untuk memaparkan cara berkaraoke ria pada saat lagu diputar.

Ada mixer yang bisa diatur untuk mengeluarkan bunyi yang nyaring atau pelan dan ada juga tombol yang membuat mic bisa terdengar ke headphone tanpa on air. Jadi yang on air hanya lagu yang kita putar.

Tekan tombol tersebut sehingga suara kita masuk ke headphone dan menyanyilah sesuka hati. Pendengar tidak akan mendengarnya kok. Tenang saja.
 
2.      Berjoget tanpa meninggalkan kursi
Berhubung sekarang di ruang siaran radio tempat saya bekerja menyediakan kursi yang beroda, saya jadi mudah untuk berjoget di atas kursi. Walaupun lebih terlihat sebagai meluncur dengan kursi beberapa puluh senti dan kembali ke tempat semula. Lakukan hal ini berulang-ulang. Jangan takut terlihat bodoh. Tidak ada siapa-siapa yang melihat dan mendengar. Lepaskan kebosananmu. Hati-hati jatuh dari kursi ya?
 
3.      Menghapal lirik lagu
Kamu bisa mengatur sesuka hati lagu yang akan kamu putar yang penting sesuai dengan aturan main di radio tempat kamu bekerja. Carilah lirik lagu yang kamu putar tersebut dan hapalkan. Siapa tahu kamu takut kuping pecah dengan berkaraoke ria di ruang siaran, jadi ada baiknya kamu menghapalkan lirik lagu. Kalau lagu berbahasa asing lumayanlah buat belajar speaking atau spelling. Mana yang benar ini? Hahahaha..
 
4.      Menirukan iklan yang sedang diputar
Tidak semua iklan itu serius lo, banyak di antaranya yang malah mengesankan sesuatu yang lucu. Apalagi jika kamu sering memutar iklan tersebut. kamu pasti hapal dengan iklannya. Ada baiknya kamu mulai menirukan iklan tersebut pada saat memutarnya. Kan tidak setiap saat radio itu menyiarkan lagu. Ada terselip iklan juga yang akan diputar.
 
Saya sering menemukan iklan yang lucu atau aneh…

Segitu aja ye kiat dari Tante, semoga bermangpaat dan bisa dipraktikin… apabila terjadi kesalahan hubugi dokter terdekat. Sebelum mengucapkan kata sekian dan terima kasih pengen bilang: DON’T TRY THIS AT HOME *apa coba?*!!!
Sekian. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan