12 April 2011

SATE HATI

sate hati

Ada sebuah warung pecel yang sering saya singgahi. Di sana tersedia makanan standar warung pecel lainnya. Ada pecel ayam, lele, bebek, dan udang. Ada juga kepiting dan ikan laut yang segede gaban. Entah apa nama ikannya.


Tapi dari semua menu itu ada lauk sampingan yang saya pesan. Saya malah tidak memesan lauk utamanya. Saya selalu pesan empat tusuk sate hati goreng dan nasi sepiring. Bonus sayur dan sambel yang ada beberapa tingkat kepedasan. Tidak pedas, pedas, dan sangat pedas.

Harganya? Karena ini bukanlah menu biasa mereka juga tidak mencantumkan harga untuk menu yang sering saya pesan ini. Harganya sepuluh ribu saja. Lumayan murah untuk mahasiswa yang masih mengejar skripsi sambil bekerja.

Satu tusuk sate hati sebenarnya tidak benar-benar terdiri dari hati. Di bagian paling ujung ada jantung ayam, lalu hati, terakhir ampela…

Ini satu diantara makanan favorit saya. Di warung sebelum simpang Café Alila ini saya sering kali mampir untuk membeli menu ini. Saya juga merasa nasi yang mereka sajikan berbeda dari nasi di warung pecel pada umumnya. Nasinya kering dan bertaburan. Tapi mateng. Saya paling tidak suka dengan nasi mateng. Saya tidak cepat kenyang apabila memakan nasi jenis ini. Jadi program penggemukan badan saya akan berjalan lancar. Tapi setelah itu saya harus minum banyak air putih untuk melancarkan pencernaan. Saya gampang sekali terkena sembelit kalau malas minum air putih.

Kalau kamu, sukanya makan apa?

Related Posts

SATE HATI
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).