7 April 2011

NGEBLOG: LEBIH PENTING MANA? DIFOLLOW ATAU DIKOMENTARI ATAU DIBACA?

blogger


Sebelumnya saya telah membahas cara saya menggunakan akun twitter saya. Tidak ada yang stabil. Semuanya berubah seiring pemikiran saya sendiri. Saya masih di fase bahwa menurut saya lebih penting membalas mention orang daripada dongeng follow dan followback. Pengen tahu selengkapnya? Ada di LEBIH PENTING YANG MANA? DIFOLLOW TAPI TIDAK DIBALAS MENTION ATAU DIBALAS MENTION TAPI TIDAK DIFOLLOW.

emoticon
Sekarang saya ingin membahas fase saya menjadi blogger. Saya lebih suka menyebutnya penulis sih. Walaupun sekarang menulisnya tidak seperti dulu. Sekarang menulis menggunakan papan kunci (keyboard). Jadi bisa diubah menjadi tukang ketik juga sih. Tapi bukan sembarang tukang ketik. Menurut saya blogger itu adalah tukang ketik pemikirannya sendiri dan dibagikan dengan orang lain melalui media online.
emoticon
Saya juga pernah menulis bahasan APAKAH BEGITU BESAR PENGARUH KOMENTAR DI BLOG UNTUK KITA? Sekarang saya mendapat ide baru lagi. Padahal ide lama saya masih bannyak yang belum diketik. Ya ampun. Apa sih ide terbaru saya itu? Ini saya dapat di twitter ketika ada seorang blogger meminta saya memfollow blognya yang pastinya di blogspot.

Apakah salah seorang blogger meminta saya follow blognya? Atau meminta orang lain juga untuk memfollow blognya?

Saya tidak ingin membahas tentang salah atau benar di sini. Saya hanya ingin bercerita tentang pemikiran saya tanpa mengatasnamakan lembaga mana pun. Setiap orang punya cara. Dia punya cara tersendiri memperlakukan blognya. Saya juga punya cara saya sendiri.
emoticon
Jujur, bukannya ingin sombong, malah saya merasa ini sedikit bodoh. Saya sama sekali tidak tahu apa fungsinya ‘follow’ yang ada di blog pertama saya. Iya saya pertama membuat blog memang di blogspot yang sekarang saya rombak menjadi RUMAH MIMPI. Isinya sekarang adalah impian saya atau hal-hal yang berkaitan dengan impian saya. Masih panjang daftar yang ingin saya tuliskan di sana. Banyak sekali impian yang saya simpan dan belum saya posting. Saya perlahan-lahan saja.
emoticon
Semenjak ada akun twitter saya akhirnya tahu apa itu tombol ‘follow’ di blogspot. Hahahaha… Memang sih akan sangat mengesankan ketika kita mampir ke sebuah blog dan ternyata di sana ada satu juta follower. Sangat mengiurkan followernya. Bisa banyak sponsor tuh yang mampir.
emoticon
Tapi saya memikirkan hal ini berulang-ulang dan menemukan bahwa saya tidak begitu tertarik untuk meminta orang ‘follow’ blog RUMAH MIMPI saya. Kenapa saya mengatakan begitu? Apakah saya merasa begitu tinggi sehingga tidak tertarik dengan hal ini? Bukan begitu. Saya hanya ingin menulis. Itu saja. Saya sempat menghilangkan tombol ‘follow’ ini di blog saya tapi kemudian ada seseorang yang bertanya mana tombol ‘follow’-nya?
emoticon
Ada beberapa orang yang senang memfollow dan difollow. Itu adalah hak kita masing-masing. Kita sama-sama punya cara. Tapi ketika orang memiliki cara yang berbeda, kita tidak bisa memaksa untuk menyamakan dengan cara kita. Seperti saya yang pernah menghilangkan ‘follow’ di blog saya, mau tidak mau memunculkannya lagi karena ada yang meminta. Jujur yang meminta hanya satu orang. Jadi tidak ada yang perlu saya sombongkan.
emoticon

Seberapa penting sih buat kamu follow dan followback itu?

Buat saya pribadi, saya tidak follow kamu bukan berarti saya tidak akan mampir lagi lo. Buatlah saya jatuh cinta. Saya bahkan akan hapal link blog kamu tanpa follow. Caranya? Menulislah terus!

Tanpa mengurangi rasa hormat untuk blogger yang menganut waham follow dan followback, saya mengambil sisi positifnya, mungkin dengan waham ini blogger yang lain bisa mengenal blogger yang memfollow sebuah blog. Entah kenapa saya tidak menganut waham ini. Bukannya saya tidak ingin dikenal lo… Saya sering kok meninggalkan jejak dan memromosikan blog saya di facebook dan twitter. Saya juga ingin dong terkenal… hehehe..
emoticon
Tapi ngomong-ngomong nih… Kalau kita follow sebuah blog apakah kita akan mendapat pemberitahuan di e-mail kita ketika dia menulis postingan baru? Soalnya saya belum follow blog mana pun.
emoticon
Sekarang ke masalah kedua. Saya sedang suka banget menggunakan diksi WAHAM. Jadi saya katakan kita akan membahas blog yang menganut waham mengomentari dan dikomentari.
emoticon
Seberapa penting sih komentar itu ada di blog kamu? Saya tidak akan berpanjang lebar karena sebelumnya sudah saya bahas. Di APAKAH BEGITU BESAR PENGARUH KOMENTAR DI BLOG UNTUK KITA?
emoticon
Terakhir waham dibaca. Tidak ada yang follow atau komentar bukan berarti kita harus kecewa karena tidak ada yang mampir dan membaca. Kita bisa mendeteksi orang-orang yang lintas, mampir, atau membaca di blog kita dari durasi yang muncul di gugel analytics.
emoticon
Menurut saya seorang penulis tidak perlu stress hanya gara-gara tidak ada yang komentar, follow, atau baca karena saya pribadi menulis buat diri saya sendiri. Saya suka membaca tulisan lama saya ketika saya merasa butuh postingan yang memberikan kesan yang saya inginkan. Daripada capek-capek cari blog yang bisa memberikan kesan tersebut, mendingan ngubek-ngubek tulisan pribadi… siapa tahu bisa sekalian mengedit. Hahahahaha..
emoticon
Tulisan ini bukan bertujuan merendahkan, bertujuan, atau menyalahkan pihak mana pun. Jika ada yang tersinggung saya mohon maaf. Bacalah tulisan ini dengan kepala dingin dan nada datar atau turun. Tidak ada nada tinggi di sini. Soalnya saya tidak menggunakan tanda seru untuk berteriak. Sungguh saya hanya ingin berbagi dan beginilah cara saya ngeblog.
emoticon
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archive