
Bohong, siapa sih yang tidak pernah melakukannya? Terlepas dari nabi yang pernah ada di Bumi kita tercinta ini. Semua orang pasti pernah melakukannya. Alasannya pasti macam-macam. Tapi tiap orang memiliki tingkat kebohongan yang berbeda. Ada yang melakukannya secara intens ada pula yang terkadang melakukannya.

Saya tidak memberikan tips agar semua yang membaca tulisan ini menjadi seorang pembohong ulung bahkan sampai menjadi penipu profesional. Bukan seperti itu.

Saya beberapa bulan terakhir ini saya bertemu dengan beberapa orang yang menurut saya suka berbohong. Ya, ada yang sangat suka melakukan kebohongan dan sepertinya suka dengan apa yang telah dilakukannya. Itu menurut saya. Mereka sepertinya merasa kepuasan tersendiri apabila telah berhasil membohongi orang. Apakah memang mereka benar-benar berhasil membohongi orang lain atau membohongi diri mereka sendiri?

Poin yang selalu berkelebat dalam kepala saya adalah, siapa sih yang ingin kalian bohongi sebenarnya?

Mereka belum tentu berhasil membohongi semua orang tapi saya yakin, mereka berhasil membohongi dirinya sendiri.
Ada yang unik saya temukan dari beberapa orang yang memiliki hobi untuk membohongi saya. Iya, saya sedang menceritakan orang yang suka membohongi saya. Kenapa mereka tidak berpikiran positif tentang saya atau melihat buku apa yang saya baca setiap hari?
Apakah mereka tahu bahwa sebenarnya saya tahu mereka bohong?

Contoh bohong yang kadang dilakukan untuk mengelabui saya adalah seringnya dia masuk rumah sakit.

Saya sudah pernah masuk rumah sakit sebelumnya. Jadi saya tahu aturan di rumah sakit. Apabila seseorang mengatakan dia baru keluar dari rumah sakit, tidak mungkin dia langsung berangkat kerja. Saya adalah orang yang berusaha untuk bertanggung jawab dengan pekerjaan saya. Tapi saya tidak akan menghalangi diri saya untuk mengambil cuti minimal sehari apabila memang saya memang berada di rumah sakit sehari sebelumnya. Saya tidak akan menyakiti diri saya sendiri dengan melakukan kegiatan di luar rumah.

Bohong yang lain? Sudah putus sama pacar.

Apabila ada seorang teman yang memiliki pacar yang kamu sangat tahu tidak ada baiknya buat seseorang yang kamu kenal kamu pasti memberikan bahasa tubuh yang menolak kehadiran orang tersebut dalam hidup kamu. Kamu tidak akan mau kenal dengannya. Apalagi sampai berteman dengannya. Apalagi sampai pacaran. Pasti ogah. Seseorang yang kamu kenal ini pasti akan langsung menceritakan apabila dia sudah putus sama pacarnya itu. Tapi kamu tidak akan tertipu apabila mereka selalu masih bersama-sama ke mana-mana. Itu faktanya. Saya tidak akan percaya dengan kata-kata apabila fakta yang saya liat berlawanan.

Saya sebenarnya marah diperlakukan sebagai orang yang selalu dibohongi padahal saya tahu kenyataan sebenarnya. Saya suka membaca buku detektif, buku psikologi, buku bahasa tubuh, dan saya suka mempraktikkannya. Saya akan mengumpulkan fakta-fakta. Saya akan membaca bahasa tubuhnya. Saya akan melihat kelainan psikologi yang sedang ia derita.

Saya juga bukanlah orang yang pintar berbohong. Tapi saya tahu ketika saya dibohongi.

Kenapa sih harus membohongi saya? Saya kan perempuan. Tidak ada manfaat apa-apa membohongi sesama perempuan.
