TUHAN SELALU TAHU BATAS KEMAMPUAN UMATNYA

tsunami jepang

Ketika melihat Jepang yang dilanda tsunami terlihat betapa siapnya mereka menghadapi bencana ini. Berbeda dengan Indonesia yang pernah mengalaminya juga.


Saya jadi teringat sesuatu yang sempat terjadi di Kalimantan Barat. Kelangkaan BBM yang diakibatkan oleh karamnya sebuah kapal pengangkut semen sehingga tersendatnya pasokan BBM ke Kalimantan Barat. Kepanikan masyarakat menghadapi kelangkaan BBM malah terasa melebihi respon rakyat Jepang yang sedang mendapat bencana.

Baru langka BBM masyarakat sudah sangat panik. Apalagi kalau dilanda gempa dan tsunami. Bahkan peralatan pendeteksi tsunami dan gempa yang disediakan pemerintah saja bisa-bisanya dicuri oleh masyarakat. Nah, jadi yang salah sekarang siapa?

Mengingat kembali masalah kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu dan antrian bisa melebihi satu kilometer di Pontianak, siapakah yang harus disalahkan? Apakah pemerintah? Padahal yang diuntungkan dan dirugikan tak lain masyarakat juga. Kenapa masyarakat ada yang untung dan ada yang rugi? Ada yang dengan tega mengambil keuntungan di atas kepanikan warga. Beberapa orang sengaja menjual BBM eceran dengan harga sangat tinggi. Bahkan sempat mencapai 30 ribu di Pontianak. Belum tahu di daerah lain. orang yang dirugikan tak lain masyarakat juga.

Masyarakat saja bisa saling ‘makan’. Siapa yang harus disalahkan?

Tuhan hanya menguji beberapa wilayah Indonesia dengan kelangkaan BBM. Tuhan memang tahu, sampai dimana batas kemampuan umat-Nya. Tuhan juga tahu Jepang siap menghadapi tsunami yang besar seperti yang baru saja terjadi.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes