TOKO ONLINE: BERAWAL DARI PENIPUAN TERHADAP SAYA

Beberapa tahun yang lalu saat saya pertama kali mencoba berdagang melalui facebook saya mencurahkan semua tenaga saya untuk membangun sebuah kepercayaan di sana. Ini jauh lebih sulit daripada membuka sebuah toko offline. Meskipun secara materi, membangun toko offline sulit juga.


Banyak yang mengira perkembangan bisnis saya sedemikian pesatnya sehingga facebook saya sudah menyerupai outlet yang menjual bermacam-macam produk. Awalnya saya memang menjual kerudung. Kerudung tersebut memang ready stock di rumah saya. Saat saya mengalami kekurangan modal untuk mengembangkan usaha. Iya, saya ingin menyediakan produk tidak hanya kerudung. Saya ingin menjual produk lainnya.

Lalu apa yang terjadi dengan toko online saya waktu itu? Saya memang agak lamban untuk membaca situasi di facebook. Saya waktu itu tidak memikirkan bahwa saya bisa saja mengambil gambar produk di toko online yang lain dan menampilkannya di toko online saya tanpa perlu tambahan modal. Saya waktu itu tetap saja menjual barang yang tersedia di rumah saya.

Sebuah penipuan yang terjadi pada saya akhirnya mengajari saya satu hal. Saya tidak perlu barang yang siap dikirim di rumah saya kok.

Awalnya begini. Saya sebenarnya tidak begitu ditipu mentah-mentah. Saya hanya dibohongi oleh seseorang yang saya kenal melalui toko buku onlinenya. Saya waktu itu masih sangat baru dalam dunia perdagangan online. Saya mempercayai begitu saja omongan orang tersebut. Saya mengenalnya saat saya sedang mencari buku untuk skripsi saya. Saya harus mengakui bahwa buku sastra tidak gampang dicari di Pontianak. Saya harus mencarinya di toko online yang banyak bertebaran di internet. Mampirlah saya di sebuah toko online yang pertama kali menjadi rekan bisnis saya. Saya tidak hanya menjadi pembeli biasa. Saya bahkan menjadi agen penjualannya untuk Kota Pontianak.


Semuanya lancar-lancar saja sampai akhirnya Bang Jaka mencurigai buku yang dijual kepada saya adalah buku bajakan. Memang tidak semuanya bajakan. Ada beberapa buku lama yang saya yakin asli. Karena harga yang dia tawarkan tidak semuanya miring. Saya dengan polosnya waktu itu percaya bahwa harga miring tersebut disebabkan oleh buku yang dijualnya cacat produksi. Ya ampun, polosnya saya waktu itu.
Setelah menyadari banyak buku yang dia jual kepada saya adalah buku bajakan, saya memutuskan untuk berhenti menjadi agen penjualannya. Keputusan saya memang langkah yang bijak karena akhirnya berawal dari keputusasaan saya untuk mempercayai toko onlinenya saya mulai mencari tokko online yang lain.

Perburuan saya membuahkan hasil. Saya akhirnya bisa melihat toko online mana yang bisa membuat saya yakin buku yang mereka jual adalah buku asli. Pertama mereka tidak menawarkan harga yang sangat miring. Paling tinggi saya hanya mendapatkan diskon 25%. Saya juga menemukan toko online yang bisa dipercaya adalah toko online yang memiliki keranjang belanja otomatis yang bisa melakukan penghitungan. Saya tidak mengatakan bahwa toko online yang tidak ada keranjang belanja tidak benar, Cuma tanpa keranjang belanja rasanya agak rumit harus memesan melalui form e-mail dan mencantumkan kode. Harusnya toko online yang memiliki domain berbayar telah dilengkapi keranjang belanja.

Saya juga lebih memilih untuk berbelanja di toko online yang memiliki domain berbayar, bukan yang gratisan. Bukannya saya ingin mengatakan domain gratisan toko yang menipu tapi kepercayaan lebih muda dibangun oleh toko online yang berbayar. Saya tekankan, saya suka toko online yang memiliki keranjang belanja.

Perburuan saya ini mempertemukan saya tidak hanya dengan toko buku. Tapi banyak toko lainnya. Sehingga saya memutuskan untuk memajang katalog online di facebook saya dan menunggu pesanan. Usaha saya membuahkan hasil. Perkembangannya memang tidak lantas membuat saya langsung kaya raya. Namun, ini membuat bisnis saya meningkat dari sebelumnya.

Memang ada yang protes dengan mengatakan bahwa facebook saya kayak toserba. Saya tidak tersinggung dengan pendapatnya yang mungkin terganggu dengan aktivitas saya. Padahal saya pikir dia dapat saja dengan gampang menghapus saya dari daftar pertemanan. Entah kenapa dia tidak melakukannya.

Jadi buat Bujang Dare yang ingin memulai bisnis online tapi merasa tidak punya modal besar lebih baik memilih untuk mengumpulkan gambar dari beberapa toko online yang bertebaran di internet dan mengunggahnya di facebook.

Kenapa saya lebih menekankan untuk membuka toko online di facebook? Karena gratis dan banyak orang yang memilikinya. Berbeda dengan blog. Bisa saja membuka toko online di blog tapi tidak setiap hari orang akan melihat blog kita. Berbeda dengan facebook. Promosi kita akan lebih gampang dilihat oleh banyak orang yang menjadi teman kita.

Semangat! Siapa bilang buka toko online harus punya modal besar dan pintar ngeblog?
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes