Langsung ke konten utama

LIBURAN AWAL TAHUN [MEMBOLANG BERSAMA TRANSJAKARTA] (2)

rohani syawaliah
 (ini adalah foto ketika minum lemon tea goceng tersebut)

Ini adalah sambungan cerita sebelumnya. Buat yang belum baca bisa baca cerita sebelumnya di sini.


Saya terdamparlah di halte Harmoni di Jakarta. Kalau kamu melihat saya waktu itu saya tidak akan terlihat sangat panik. Saya baik-baik aja walaupun dalam hati sangat bingung. Saya harus kemana? Lalu terlihatlah sebuah pusat perbelanjaan di sana. Saya iseng mampir. Bukan untuk belanja, saya kebelet pipis sodara-sodara.
emoticon
Habis numpang pipis saya beli lemon tea, lima ribu dan beberapa kue 8500. Masih ada kembaliannya kok. Masih ada beberapa lembaran ribuan di dompet. Lumayan buat naik bus TransJakarta.
emoticon
Dua jam saya bercerita dengan seorang janda yang buka usaha di teras pusat perbelanjaan tersebut. Dia sangat terkejut ketika saya katakan saya dari Kalimantan. Ternyata suaminya juga berasal dari Pontianak. Sebuah kebetulan yang manis ketika mengetahui sama-sama berdarah Tionghoa dan saya berasal dari tempat suaminya berasal.

Entah apa yang saya ceritakan waktu itu. Saya sangat lupa. Satu hal yang sangat saya ingat, saya memutuskan untuk mengobrol dengannya karena saya tidak tahu harus melakukan apa. Dia juga tertarik untuk berbincang dengan saya ketika melihat saya memotret makanan dan minuman yang saya beli. Mungkin dia sedikit berpikir bahwa saya aneh. Terserahlah. Saya butuh dokumentasi sodara-sodara.
emoticon
Dua jam berlalu dan saya dijemput oleh seseorang yang tadi saya hubungi. Saya bahkan lupa kenapa nomor hapenya ada di hape saya.

Tebak dia bawa apa? Sekuntum mawar merah yang iseng saya minta sebelum bertemu. Ternyata dia membelikannya untuk saya. Nah, karena saya pikir kami memang saling mengenal sebelumnya, walaupun tidak bertemu secara langsung. Entahlah, saya bingung menjelaskan bagaimana nomor hapenya ada di hape saya.
emoticon
Kami memutuskan untuk menonton film ‘FASTER’ yang tidak tayang di Pontianak. Saya juga dengan gembira memilih berbagai makanan yang bisa saya bawa ke dalam.

Kelar menonton kami langsung menuju Hotel TUGU. Harganya tidak sampai dua ratus ribu. Tapi saya lupa. Saya tidak punya uang segitu. Semuanya di ATM. Saya entah kenapa tidak berniat untuk mengambil uang saya. Hahahahha…
emoticon
Perkiraan saya benar, dia membayarkan hotel tersebut untuk satu malam dan kembali mengajak saya berjalan-jalan setelah menyimpan barang bawaan saya. Kami sekarang makan di Bakmi GM. Katanya sih sangat terkenal sayangnya saya tidak suka makan mie dengan minyak wijen. Aneh. Mungkin karena baru pertama, tapi memang saya tidak suka baunya. Setelah makan dia mengantar saya kembali ke hotel dan mengucapkan selamat tinggal.
emoticon
Akhirnya saya selamat. Berada di tempat tidur yang nyaman untuk kesekian kalinya dan berjanji tidak akan memecahkan barang apa pun di hotel yang ini. Hotel terakhir. Karena besok saya harus pulang. Saya akan tidur malam itu dengan sekuntum mawar di peraduan.
emoticon
Sebelum terlelap ke alam mimpi saya memutuskan untuk mengirimi SMS orang yang tadi mengajak saya jalan-jalan sampai akhirnya membayarkan hotel untuk satu malam.

Isinya begini:
“Bagaimana? Sudah sampai rumah?”

Balasannya:
“Sudah, baru aja selesai mandi. Kamu sadar nggak sudah jalan seharian ini sama siapa?”

Saya balas lagi:
“Maksudnya?”

Dibales sama dia:
“Kamu mencari siapa sebenarnya?”

Saya bales lagi:
“Andre, teman saya. Kamu Andre kan? Soalnya nama kamu di hape saya Andre.”

Dibales sama dia:
“Bukan, saya Tony. Kamu salah orang.”

Hah? Hah? Ampun!
emoticon
Saya buru-buru mengetik:
“Jadi bagaimana dengan semua yang udah kamu bayarin untuk saya.”

Dia jawab:
“Oh, tidak apa-apa. Saya ikhlas, senang sudah jalan sama kamu seharian ini.”

Untunglah dia ikhlas dan baik. Saya tidak diapa-apain selama berjalan dengannya. Saya lalu memutuskan untuk tidur lebih nyenyak dan bersiap untuk jalan-jalan dengan bus TransJakarta besok. Saya ingin membelikan oleh-oleh untuk teman-teman saya. Saya ke Asemka besoknya. Membeli beberapa pin dan aksesoris kerudung untuk mereka yang sudah merindukan saya.
emoticon
Itulah pengalaman saya selama berjalan-jalan dengan bus TransJakarta. Akhirnya saya tiba di Pontianak kembali dengan selamat. Tak kurang satu apa pun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan