Langsung ke konten utama

KARTU ATM MANDIRI

atm

Sejak beberapa tahun terakhir saya telah tertarik untuk menjadi nasabah Bank Mandiri. Saya sangat menyukai ketentuan mereka yang tidak menarik biaya ketika nasabah mengirim uang ke sesama nasabah Mandiri. Bahkan untuk orang yang tidak memiliki akun di Mandiri pun tetap bisa menikmati gratis biaya transfer ke nasabah Bank Mandiri apabila ia melakukan transfer di teller.


Sekitar sebulan yang lalu. Tepatnya tanggal 18 Februari 2011 saya mengambil keputusan untuk menjadi nasabah Bank Mandiri.
Memang agak rumit prosedur yang saya lewati. Maklum saya membuka akun di Pontianak sedangkan KTP saya bukan KTP Pontianak. Untungnya saya bisa menggunakan surat pengantar dari kantor untuk mengurus kepemilikan akun baru di Bank Mandiri.

Ada yang lucu nih waktu saya ditawari beberapa pilihan kartu ATM. Saya pernah melihat, nasabah lebih banyak menggunakan kartu ATM berwarna biru untuk tarik tunai di ATM. Nah saya kemudian mendapatkan penjelasan bahwa perbedaan warna ini memiliki beberapa perbedaan pula. Ternyata kartu yang berwarna hitam atau platinum adalah kartu yang paling tinggi derajatnya. Apalagi kalau platinum plus. Tidak ada batasan tarik tunai dalam satu hari. Bergantung saldo. Bayangkan. Jadi saya pun memilih kartu ATM dengan strata tertinggi.
Sekarang memang saya akui uangnya tidak begitu banyak. Tapi saya ingin kartu ATM saya memberikan motivasi kepada saya. Motivasi untuk mengisinya melebihi batas penarikan dua kartu ATM yang lain. semoga suatu hari saya benar-benar mewujudkannya. Amien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan