Langsung ke konten utama

TIPS BUAT PENULIS YANG KEBANYAKAN IDE

schedule postingan

Apakah kamu seperti aku yang nggak kehabisan ide buat ngeblog?

Sampai-sampai kamu sehari bisa memposting sepuluh postingan?
Itu saya! Iya saya akui itu saya!


Satu diantara banyak blogger yang saya jadikan panutan untuk terus melakukan kegiatan blogging ini adalah Mas Joko. Nah, dia mengatakan kepada saya bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Saya tidak baik membuat postingan terlalu banyak dalam satu hari.

Memang saya melihat akan ada beberapa postingan yang jadi tidak mendapat komentar sama sekali. Kebanyakan orang akan membaca postingan teratas. Saya sih tidak begitu masalah banyak postingan yang nggak mendapat komentar dari blogger lain. Buat saya kegiatan menulis itu sudah sangat menyenangkan. Saya nggak butuh lebih dari itu. Sayangnya itu tidak hanya membuat postingan saya nggak mendapat komentar, postingan itu juga tidak dibaca orang.

Saya tidak boleh dong mengukur semua orang suka membacanya gila-gilaan seperti saya. Saya memang gila membaca. Satu blog kalo hanya berisi seratus postingan mungkin akan habis saya baca dalam waktu satu hari. Kegilaan membaca saya berbanding lurus dengan kegilaan menulis saya. Makin banyak yang saya baca makin banyak yang saya tulis. Hehehehehehehe…

Untuk menghindari pemborosan seperti ini saya telah menemukan cara agar postingan saya terbitnya satu setiap hari.


Jadwalkan postingan tersebut agar terbit pada hari yang berbeda. Terbit otomatis sesuatu dengan yang kita mau. Mau tanggal berapa juga bisa. Bahkan jamnya bisa di atur. Jadi saat kita nggak punya waktu untuk ngeblog (karena saya nggak bermasalah dengan ide) kita udah punya stok yang akan diterbitkan otomatis sesuai dengan jadwal yang kita inginkan.


Postingan ini sebenarnya saya tulis tanggal 9 Januari tapi saya pilih untuk menerbitkannya tanggal 10 Januari atau esok harinya agar postingan saya bisa dibaca semua oleh blogger yang mampir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan