19 Januari 2011

BERBICARA DENGAN HATI

hati

Malam ini akhirnya aku benar-benar lelah. Hatiku perih sekali. Aku akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan hati dari dadaku. Sedikit terasa lega ketika hati itu tak bersemayam di rongga dadaku. Aku menatapnya dan mulai berbicara dengannya.


Aku: “Apa kabarmu sekarang?”
Hatiku: “Sakit banget, memangnya ada apa?”
Aku: “Kamu tahu apa yang menyebabkannya?”
Hatiku: “Aku lupa mengunci ruangan paling penting di sudut tubuhku.”
Aku: “Lalu apa yang terjadi?”
Hatiku: “Ada perampok yang masuk dan memporak-porandakan seisi ruangan itu. Semua file penting. Semuanya hilang.”
Aku: “Ya sudah, kamu di sini saja denganku. Akan aku coba untuk mengobati lukamu.”
Hatiku: “Ya, terima kasih telah peduli padaku.”
Aku: “Kalau aku tak peduli denganmu, siapa lagi yang akan peduli?”

Related Posts

BERBICARA DENGAN HATI
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).