Langsung ke konten utama

YOU ARE A WRITER, NOT A COPY-PASTER

copy paste

Saya pernah menemukan satu artikel yang muncul di beberapa blog pribadi yang berseliweran di dunia maya. Memang sih artikelnya menarik. Tapi bukan karya asli pemilik blog. Rasanya asing banget saat membaca artikel tersebut. Rasanya ada jarak yang lebar antara saya dan pemilik blog.
Memang nggak salah sih meng-copas suatu artikel yang menarik di sebuah situs kemudian menampilkannya di blog kita, yang penting sumbernya dicantumkan. Yakin deh kamu akan dapat banyak pengunjung.

Apakah memang tujuan kita membuat blog adalah menampung hasil copas-an lalu mendapatkan pengunjung yang tinggi? Kalo memang membuat blog dengan niat untuk menghasilkan pemasang iklan ini memang mendukung. Entah sudah berapa puluh blog yang saya lihat memiliki artikel yang sama. Memang tidak seluruhnya sama. Tapi kalo kamu membandingkan beberapa blog sekaligus kamu akan berkata bahwa mereka memang copy-paster.

Saya nggak akan berkunjung ke blog yang isinya artikel copas-an itu lagi untuk mengisi waktu luang saya. Saya lebih suka mengunjungi blog yang isinya lebih pribadi. Menceritakan suatu hal yang biasa dan mungkin terjadi dalam hidup kita sehari-hari. Seperti memakan makanan yang sudah biasa kita makan dan yakin deh kamu nggak akan sakit perut.

Sangat disayangkan ya banyak orang yang belajar ngeblog dengan cara meng-copas artikel yang dia pikir menarik (memang unik dan menarik sih). Tapi saya jadi tidak mengenal sang pemilik blog karena tulisan itu tidak mencerminkan gaya dan pribadi aslinya. Sedih sih sebenarnya…

Saya tekankan ya? Bukan sok pinter sih…
You are a writer, not a copy-paster

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan