22 Desember 2010

WORKSHOP FOTO ESAI DENGAN TEMA ‘AIR DAN MANUSIA’

03072010006

Kegiatan yang lumayan menyenangkan. Dua hari yang akan masuk sebagai hari-hari terbaikku sepanjang hidup. Dikelilingi manusia yang cukup membuatku berdecak kagum. Waktu aku kecil aku hanya menyebutnya tukang foto. Sekarang aku tahu bahwa istilah kerennya adalah fotografer.
Voila! Curcol dikit, semuanya good looking! Suka banget deh berada di segerombolan cowok ganteng yang pinter foto. *ehem*

Segerombolan? *koplak!* lu pikir mereka tuh domba kali ya? Wkwkkwkwkw

Di antara puluhan orang yang memiliki bakat luar biasa untuk memisualisasikan objek dan menyampaikannya kepada orang lain, aku terperosok. Aku pikir aku hanya akan terpesona melihat foto-foto karya mereka. Itu dihari pertama.

Hari kedua mereka harus mengakui aku berhasil memesona semua orang dengan kemampuan berbicara dan menulisku. Dua kali aku menyampaikan foto esai dan dua kali pula aku mendapat tepuk tangan yang meriah.

Satu kalimat awal, aku gunakan untuk mengumpulkan audience agar mereka memperhatikanku. Mereka terdiam. Mereka menatapku. Akhir kata yang kuucapkan, mereka kemudian memberikan tepuk tangan untukku. Nggak narsis kok, tapi memang tepuk tangannya paling meriah terdengar saat aku yang menyelesaikan pembacaan narasi foto esaiku dan kelompokku.

Foto esaiku yang pertama benar-benar karya fotografer amatir cap Kapak. Maklum aku lebih terbiasa untuk menuliskan. Bukan memisualisasikan. Foto esai kedua aku hanya menyumbangkan narasi dan suaraku. Seperti tebakanku, Bang Frino bilang narasiku LEBAY! Wkwkkwkwkw…. Memang demikian adanya. Sayang saya lupa minta filenya… nanti mau saya masukin juga ah si blog ini…

Aku hanya pengen bilang, bukan penyiar radio namanya kalo gagal berbicara.

Aku berhasil melakukannya!

Related Posts

WORKSHOP FOTO ESAI DENGAN TEMA ‘AIR DAN MANUSIA’
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).