13 Desember 2010

SCRIPTSHIT: LEBIH SUKA MENULIS 12 JILID NOVEL

scriptshit

Inilah adalah satu dari sekian banyak pengalaman burukku di dunia pendidikan. Sebenarnya memang tidak begitu menyukai pendidikan formal. Tapi memang di negara tercinta ini, orang yang nggak punya ijazah nggak dilirik. Padahal kepemilikan ijazah nggak berbanding lurus dengan keberhasilan seseorang.
What ever lah ya! Saya benci tugas akhir seorang mahasiswa. Scriptshit! Saya memang kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Tapi dengan 13 judul baru diterima untuk menyelesaikan tugas akhir tersebut. Shit banget kan tuh! Dia pikir saya ini bisa mengarang bebas kali ya untuk menghasilkan sebuah judul skripsi? Enggak sodara-sodara! Saya harus tenggelam dalam banyak buku yang saya beli dan akhirnya sia-sia ketika saya harus menghapus judul tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

Shit!

13 judul! Judul ke 13 menyelamatkan saya!

Dua tahun setelah judul pertama baru saya benar-benar duduk di bangku ruang ujian seminar. Sekarang saya masih tersendat menyelesaikannya untuk menuju bangku ujian sidang. Shit!

Saya rasa saya bisa menghasilkan 12 jilid novel bersambung dalam waktu dua tahun. Satu novel 300 halaman A4 dengan 1.5 spasi. Saya lebih menyukai diri saya capek-capek menghadap komputer dan menghasilkan novel dibanding dengan meneliti novel orang lain. Shit! Shit! Shit!

Lagi-lagi saya terjebak dengan sistem pendidikan yang ada di negara saya sendiri. Saya harus mengalah dan menyelesaikan scriptshit itu tanpa masalah. Saya yang harus menanggung semuanya. Menyebalkan!

Saya mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia! Kenapa harus scriptshit yang harus saya tulis? Kenapa tidak novel saja?

Related Posts

SCRIPTSHIT: LEBIH SUKA MENULIS 12 JILID NOVEL
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).