Langsung ke konten utama

5 CARA: MENJADI PENULIS GILA

penulis gila

Melihat fenomena beberapa blog yang mengalami mati suri dan bahkan sama sekali nggak dikunjungi sama sang pemilik membuat hati saya trenyuh (apaan sih?). Jujur sodara-sodara, saya sedih melihat blog itu perlahan-perlahan wafat. Pemiliknya entah kemana. Bahkan ada beberapa blog yang isinya hanya satu postingan kemudian berhenti sampai di sana.


Semuanya pasti alasannya klise.
Sibuk!
Nggak tahu mau nulis apa!
Susah menuangkan tulisan di sana!
Gubrak deh…
Berhubung dan terhubung saya memang suka (agak gila) menulis, saya ingin berbagi untuk semua yang bingung mau meneruskan umur blognya atau enggak. Gayah Agnes Monicah (teruskanlahhhhhhhh….)
Pegimana kalo saya kasih trik-trik aneh untuk menumbuhkan kegilaan kamnyuh-kamnyuh semua terhadap kegiatan menulis dan mempostingnya di blog?
Nggak pake alasan sibuk!
Nggak pake alasan nggak tahu mau nulis apa!
Nggak pake alasan susah menuangkan tulisan di sana!

Bukankah itu blog kamu!
Apa pun isinya nggak akan ada yang menghapusnya kok!
Jangan takut untuk memulai sesuatunya dengan caramu sendiri!
Jungkir balik juga nggak masalah… asal jangan sampe kejedot tembok aja!
Sodara-sodara ingin tahu caranya biar bisa gila menulis? Cekidot aja sayangku…
1. Cintailah blog yang kamu yang miliki

Buatlah nama blog yang kamu sukai. Gunakan nama yang paling kamu suka dan paling kamu cintai. Dari banyak orang di dunia ini saya yakin seyakin-yakinnya, kamu paling mencintai diri sendiri. So, buatlah nama blogmu itu menggunakan namamu. Nama panggilan atau nama lengkap. Itu terserah kamu saja. Itu akan memberikan motivasi yang menyenangkan.


2. Tulislah apa yang kamu suka

Kamu sukanya apa?
Tuangkan semua kesukaanmu dalam tulisan.
Memberikan motivasi pada orang laen?
Sekadar membuat fiksi?
Atau membuat tips aneh?
Lakukan sesukamu!

3. Rumahkan blogmu

Ibaratkan sebuah rumah, kamu pasti ingin rumah kamu nyaman dengan adanya segala perabotan. Kamu ingin terus berada di dalamnya. Kamu pasti malu kalo perabotannya hampir nggak ada. Isi! Isi! Isi! Perabotannya adalah postingan kamu. So, biar hanya sebaris kalimat di dalam sebuah postingan, itu adalah perabot yang bisa tempatkan di dalam ‘rumah’mu.

4. Ciptakan persaingan

Ternyata di DAGDIGDUG ada timeline seperti twitter loh teman-teman. Saya baru tahu beberapa hari yang lalu. Nggak gaul banget nih saya! Nggak sengaja aja buka-buka situsnya. Eh ternyata setiap kita membuat postingan, akan muncul di timeline… selama nggak ada yang lebih baru dari 10 postingan tersebut. Nah, pengen dong postingan kamu muncul setiap hari di timelinenya? Posting tiap hari. Kalo ada blogger yang liat mereka pasti tertarik buat baca postingan kamu.

5. Curahkan semuanya di blog

Apa pun yang sedang kamu rasakan tulislah di blog. Kamu biasanya update status di facebook atau twitter kan? Bagaimana kalo semua status kamu itu kamu posting juga di blog? Tinggal kasih judul aja dan sebuah gambar. Jadi deh! Nggak sulit-sulit amat kan? Amat aja bisa kok kalo caranya seperti ini.


Keep blogging!
Happy writing!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan