Langsung ke konten utama

RED, ROMANSA BERBASIS AKSI CIA DAN KOMEDI SITUASI

frank moses


Itu adalah gambaran yang saya dapatkan ketika saya selesai menonton film RED yang dibintangi Bruce Willis (Frank Moses), Morgan Freeman (Joe), Mary-Louise Parker (Sarah), Helen Mirren (Victoria), dan John Malkovich (Marvin). RED itu sendiri ternyata merupakan sebuah kepanjangan untuk menggambarkan siapa Frank Moses sebenarnya. Retired Extremely Dangerous.


Awalnya saya hanya berpikir bahwa film ini adalah sebuah film aksi yang akan memberikan tampilan pertempuran yang mengesankan (walaupun kenyataannya memang demikian), yang ingin saya tekankan di sini adalah kisah cinta yang tidak banyak ditulis dalam sinopsis mana pun dari film ini.
Ini merupakan sebuah kisah cinta agen CIA yang diburu oleh agen CIA yang baru atas perintah atasannya. Saya tidak begitu ingin memberikan gambaran jalan ceritanya tapi ingin menekankah pesan yang ingin disampaikan film ini. Bahwa agen CIA juga manusia. Mereka memiliki cinta dan orang-orang yang mereka kasihi. Atas nama cinta pulalah seorang Frank Moses, mantan CIA yang sama sekali tidak tahu kenapa ia dikejar-kejar CIA, mencari Sarah. Gadis yang sangat ia cintai meskipun mereka hanya pernah berkomunikasi sebanyak 22 kali melalui telepon. Alasan Frank Moses untuk menghubungi gadis yang tidak begitu muda itu lagi sangat sederhana. Cek pensiunannya belum dikirim. Padahal dia merobek semua ceknya agar bisa berbicara dengan gadis itu lebih lama.

Instingnya sebagai mantan agen CIA mengatakan bahwa nyawa Sarah juga dalam bahaya apabila CIA mengetahui ia menghubungi gadis itu sampai 22 kali tanpa alasan yang jelas. Petualangan cinta itu pun dimulai. Di sinilah semua komedi itu berawal. Kita akan tertawa beberapa kali saat melihat adegan yang sebenarnya bukan hal yang lucu bagi tokoh di dalamnya. Namun situasinya akan membuat kita terpingkal-pingkal hingga ke akhir acara. Petualangan cinta ini sangat romantis. Bagaimana Frank Moses berusaha melindungi nyawa perempuan yang untuk pertama kali dalam hidupnya membuatnya jatuh cinta dan ingin hidup normal setelah berhenti dari CIA.

Setiap perempuan yang melihat bagaimana Frank Moses berjuang untuk menyelamatkan nyawa gadis tersebut pasti merasa sangat terharu dan akan mengatakan "Aku pengen dong jadi Sarah"(meskipun Frank Moses beberapa kali dipanggil Grandpa, karena memang dia terlihat sangat tua dalam film tersebut). Petualangan cinta romantis ini memang diwarnai darah dan kematian tapi happy ending. Seperti dalam film cinta pada umumnya.

Nilai plusnya? Dalam film ini mereka mendatangi banyak kota. Sehingga rasanya mereka berdua (Frank Moses dan Sarah) seakan sedang melakukan bulan madu di seluruh kota di sana. Saya suka film ini. Apalagi melihat nenek-nenek yang biasanya menjadi Ratu Inggris menjadi seorang Victoria, pembunuh berdarah dingin. Saya juga terpesona dengan gantengnya Karl Urban (Cooper) yang awalnya saya sesalkan menjadi musuh Frank, namun kemudian dia berbalik menyadari siapa yang salah sebenarnya. Lagi-lagi orang ganteng ini menjadi orang yang baik di titik penghabisan film. Tentu saja tidak terlepas dari ketidakwarasan seorang Malvin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan