6 November 2010

RED, ROMANSA BERBASIS AKSI CIA DAN KOMEDI SITUASI

frank moses


Itu adalah gambaran yang saya dapatkan ketika saya selesai menonton film RED yang dibintangi Bruce Willis (Frank Moses), Morgan Freeman (Joe), Mary-Louise Parker (Sarah), Helen Mirren (Victoria), dan John Malkovich (Marvin). RED itu sendiri ternyata merupakan sebuah kepanjangan untuk menggambarkan siapa Frank Moses sebenarnya. Retired Extremely Dangerous.


Awalnya saya hanya berpikir bahwa film ini adalah sebuah film aksi yang akan memberikan tampilan pertempuran yang mengesankan (walaupun kenyataannya memang demikian), yang ingin saya tekankan di sini adalah kisah cinta yang tidak banyak ditulis dalam sinopsis mana pun dari film ini.
Ini merupakan sebuah kisah cinta agen CIA yang diburu oleh agen CIA yang baru atas perintah atasannya. Saya tidak begitu ingin memberikan gambaran jalan ceritanya tapi ingin menekankah pesan yang ingin disampaikan film ini. Bahwa agen CIA juga manusia. Mereka memiliki cinta dan orang-orang yang mereka kasihi. Atas nama cinta pulalah seorang Frank Moses, mantan CIA yang sama sekali tidak tahu kenapa ia dikejar-kejar CIA, mencari Sarah. Gadis yang sangat ia cintai meskipun mereka hanya pernah berkomunikasi sebanyak 22 kali melalui telepon. Alasan Frank Moses untuk menghubungi gadis yang tidak begitu muda itu lagi sangat sederhana. Cek pensiunannya belum dikirim. Padahal dia merobek semua ceknya agar bisa berbicara dengan gadis itu lebih lama.

Instingnya sebagai mantan agen CIA mengatakan bahwa nyawa Sarah juga dalam bahaya apabila CIA mengetahui ia menghubungi gadis itu sampai 22 kali tanpa alasan yang jelas. Petualangan cinta itu pun dimulai. Di sinilah semua komedi itu berawal. Kita akan tertawa beberapa kali saat melihat adegan yang sebenarnya bukan hal yang lucu bagi tokoh di dalamnya. Namun situasinya akan membuat kita terpingkal-pingkal hingga ke akhir acara. Petualangan cinta ini sangat romantis. Bagaimana Frank Moses berusaha melindungi nyawa perempuan yang untuk pertama kali dalam hidupnya membuatnya jatuh cinta dan ingin hidup normal setelah berhenti dari CIA.

Setiap perempuan yang melihat bagaimana Frank Moses berjuang untuk menyelamatkan nyawa gadis tersebut pasti merasa sangat terharu dan akan mengatakan "Aku pengen dong jadi Sarah"(meskipun Frank Moses beberapa kali dipanggil Grandpa, karena memang dia terlihat sangat tua dalam film tersebut). Petualangan cinta romantis ini memang diwarnai darah dan kematian tapi happy ending. Seperti dalam film cinta pada umumnya.

Nilai plusnya? Dalam film ini mereka mendatangi banyak kota. Sehingga rasanya mereka berdua (Frank Moses dan Sarah) seakan sedang melakukan bulan madu di seluruh kota di sana. Saya suka film ini. Apalagi melihat nenek-nenek yang biasanya menjadi Ratu Inggris menjadi seorang Victoria, pembunuh berdarah dingin. Saya juga terpesona dengan gantengnya Karl Urban (Cooper) yang awalnya saya sesalkan menjadi musuh Frank, namun kemudian dia berbalik menyadari siapa yang salah sebenarnya. Lagi-lagi orang ganteng ini menjadi orang yang baik di titik penghabisan film. Tentu saja tidak terlepas dari ketidakwarasan seorang Malvin.

Related Posts

RED, ROMANSA BERBASIS AKSI CIA DAN KOMEDI SITUASI
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).