7 November 2010

PNS, RUANG NYAMAN ATAU JEBAKAN? (2)

pencari kerja
Saya entah kenapa sangat tidak suka mendengar banyak orang yang beranggapan bahwa mereka cukup kuliah tinggi-tinggi hanya untuk mencapai kelulusan pada tes CPNS. Apakah kalo memang sudah lulus PNS lantas mereka bahagia? Sebenarnya relatif sih… saya tidak mengatakan standar kebahagiaan yang mereka pilih itu salah. Semuanya tergantung pilihan hidup masing-masing.


Bukankah setiap orang memiliki lentera jiwa? Sayangnya pada wajah-wajah mereka saya tidak melihat lentera jiwa mereka adalah mengabdi pada negara dengan menjadi PNS. Khususnya guru. Bahkan tidak sedikit orang yang melakukan kecurangan untuk mencapai target kelulusan PNS. Apakah masuk akal orang yang memiliki keinginan yang mulia, saya rasa demikian adanya apabila seseorang benar-benar memilih PNS sebagai lentera jiwa.

Lalu kenapa semuanya menjadi berburu titel PNS dengan menghalalkan berbagai macam cara?

Sampai sekarang telinga saya panas mendengar ‘cepat-cepat selesaikan kuliahnya, biar bisa jadi PNS!’. Saya jadi berpikir apakah sekarang PNS bisa dikategorikan sebagai cita-cita terbaru yang berkembang di masyarakat?

Saya tidak pernah menyalahkan orang yang memilih untuk kuliah di FKIP Untan karena dibanding fakultas lain, harganya jauh lebih murah dan banyak yang beranggapan bahwa lebih cerah prospeknya. Lulusan FKIP memang bisa melamar menjadi CPNS dibanyak lokasi. Apalagi dengan semakin banyaknya sekolah yang dibangun, banyak orang beranggapan bahwa anaknya akan gampang mendapatkan pekerjaan.

Sejak dulu, memang mental anak bangsa dihadapkan pada, dengan pendidikan yang tinggi, kalian bisa mencari pekerjaan. MENCARI. Itulah yang membuat PNS, saya rasa, menjadi sangat diagung-agungkan. Apalagi banyak kalangan berpendapat mencari pekerjaan tidak gampang. Memang, saya akui itu ada benarnya juga. Namun apakah lantas kita harus memasrahkan hidup pada pilihan untuk menjadi PNS?

Menurut saya, terutama bagi diri saya, menjadi PNS itu akan mematikan kreativitas hidup saya. Pertama karena dengan menjadi PNS otomatis saya akan ditempatkan di desa. Entah akan ada sinyal untuk internetan atau tidak di sana. Otomatis saya akan sulit untuk mendapatkan berita terupdate. Saya juga harus meninggalkan radio yang selama ini memberikan pengalaman yang sangat dalam pada penyiar baru seperti saya. Apabila saya berada di desa, tidak mudah untuk mengakses internet di sana, maka saya sama saja menghancurkan bisnis online yang saya miliki. Desa dan PNS memang menjanjikan sebuah ruang yang nyaman, tapi bagai burung dalam sangkar emas sepertinya nantinya yang akan saya rasa. Saya ingin menjadi burung liar yang berada di alam bebas. Tak akan ada yang peduli saya ingin terbang kemana. Jadi, saya akan berpikir berpuluh kali untuk melamar menjadi PNS apabila penempatannya adalah di sekolah di pedesaan. Lentera jiwa saya akan mati apabila berada di sana.

So, buat saya, PNS itu rasanya ruang nyaman yang dibentuk menjadi jebakan.

Biarkan orang mencemooh saya yang menghabiskan uang orang tua tanpa menjadi PNS. Kecuali apabila saya diterima menjadi PNS di perkotaan yang tidak mematikan kreativitas saya. Saya akan meninjau ulang. Namun sayangnya saya bukanlah orang yang mau memegang komitmen seumur hidup untuk mengabdi pada negara dan menadahkan tangan pada mereka. Lebih baik saya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri daripada menjadi orang yangg mencari kerja!

Related Posts

PNS, RUANG NYAMAN ATAU JEBAKAN? (2)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).