15 November 2010

PENJARA BUKAN SOLUSI




Gayus benar-benar sebuah fenomena yang meledakkan ‘bom waktu’ yang selama ini seakan terpendam jauh dalam tanah air kita. Entah apakah karena sudah terlalu berakar. Satu hal yang pasti, Gayus menginjak ‘ranjau’ itu. Ledakannya menuai dampak negatif tidak hanya bagi dirinya. Bisa saja akan melahirkan sesuatu yang baru di Indonesia. Sesuatu yang baru itu mudah-mudahan adalah hukuman yang benar-benar hukuman untuk koruptor. Lintah darat yang semakin gemuk di penjara. (apakah saya boleh menyebutnya begitu?)

Dalam kasus ini terlihat dengan jelas, Gayus ‘menikmati’ kegiatan barunya di ‘hotel’ tahanan. Meskipun ruang tahanannya tidak terlihat secara jelas oleh seluruh rakyat Indonesia tapi bisa dibayangkan apa saja yang mampu ia beli. Manusia saja bisa dia beli? Kenapa tidak fasilitas hotel? Dia melanglang buana seperti seorang turis ke Bali hanya untuk menonton tenis (Nonton tenis aja bisa, apalagi untuk hal-hal yang benar-benar penting. Sedemikian pentingnyakah pertandingan itu?). Petualangannya yang ini berdampak buruk bagi banyak orang karena ada yang dengan sigap mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Untungnya dia tidak sempat menyuap fotografer ini ya? Kalo sempat… Mulus terus deh ya Om perjalanannya keliling Indonesia.

Lantas apakah hukuman penjara benar-benar mampu membuat efek jera pada para koruptor? Seharusnya dikembalikan pada tujuan awal mereka melakukan tindak korupsi, yaitu untuk memperkaya diri pribadi dengan uang rakyat diinstansi yang mereke ‘tempeli’ (lintah hobi nempel bukan?). nah, di sini kelihatan bahwa mereka takut untuk miskin. Mereka tidak takut dengan penjara. Uang akan melicinkan segalanya. Jadi, alangkah baiknya koruptor ini dihukum dengan cara yang berbeda. Mereka dihukum untuk mengembalikan sepuluh kali lipat dari uang negara yang mereka korupsi dan dipekerjakan seumur hidup untuk negara tanpa mendapat upah sepeser pun. Mereka tidak diijinkan memiliki rekening apa pun di dalam atau luar negeri. Negara hanya berkewajiban untuk memberi makan dan tempat tinggal (seperti penjara).


Itu hanya wacana yang berkelebat di kepala saya. Mau setuju atau tidak negara dengan wacana tersebut saya hanya ingin berbicara. Apakah ada yang punya wacana yang lain? Share aja di sini… salam kenal buat semua…

Keep posting!
Peristiwa pemotretan ini mengingatkan kita untuk lebih memperhatikan orang-orang yang berkeliaran di sekitar kita. Siapa tahu kan, Om Gayus jalan-jalan lagi… jangan lupa bawa kamera nih kemana-mana…

Related Posts

PENJARA BUKAN SOLUSI
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).