Langsung ke konten utama

MENABUNG DI BLOG

tabungan
Sebenarnya mengisi blog itu sama dengan kita menabung di rekening kita yang ada di bank. Indahnya lagi selama kita tidak menghapus postingan kita maka semua tulisan kita akan semakin banyak. Selain menyimpan banyak tulisan kita juga akan mendapatkan bonus melalui komentar-komentar yang masuk. Tidak peduli bagaimana perasaan kita waktu itu, tidak ada salahnya untuk kita mengisi blog kita. Saya terkadang bahkan menuliskan semua amarah saya di blog. Semua energi yang mungkin akan meledakkan bumi ini apabila terus-menerus ditahan dalam kepala saya. Hati saya saja rasanya akan pecah menahan rasa amarah itu. Saya lelah menggerutu dan mengepalkan tangan.


Saya kemudian menghidupkan laptop saya yang kedua. Sebab laptop yang sebelumnya yang sama sekali tak ada modemnya, karena waktu itu saya belum punya uang untuk membeli modem, rusak parah. Jadi waktu memiliki laptop yang pertama,saya jarang nge-blog. Setelah saya membeli laptop yang kedua, saya tidak lupa untuk membeli modem. Selain karena harga laptop yang sekarang sudah sangat murah. Saya katakan murah karena harga hape saja banyak yang melebihi laptop. Jadi agak aneh kalo kita mengatakan harga laptop mahal. Apalagi dengan kebutuhan internet kita setiap hari ini. Kehausan kita akan informasi tentunya memaksa kita untuk memilikinya dengan menyisihkan uang yang kita miliki.

Saya memilih untuk marah dengan cara mencorat-coret dinding blog saya dengan kata-kata yang ingin saya ucapkan pada orang yang membuat saya marah kala itu. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk marah padanya dengan kata-kata seperti itu apabila memang saya diizinkan marah padanya secara langsung. Saya hanya mengeluarkan kata-kata yang menohok jantung saya.

Bahkan sebuah kemarahan pun bisa membuat kita menabung tulisan di blog. Pernah dengar tentang ‘sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit’? Isilah blog kita dengan tulisan yang kita rasa bisa menjadi informasi yang pastinya bermanfaat bagi orang lain. Meskipun terkadang itu adalah sebuah kemarahan. Lama-lama tulisan itu akan menjadi banyak.

Saya yakin suatu hari saat kita sudah tidak ada lagi di dunia ini, tetap akan ada orang lain yang membaca tulisan kita. Tuliskan sejarah tentang diri kita sekarang. Tentang apa saja yang kita rasakan atau pikirkan. Tak ada yang akan melarang. Karena sebuah blog itu seperti dinding di kamar kita. Tinta warna apa pun yang kamu gunakan untuk mengecatnya tidak akan mengganggu orang lain. Selama kamu tidak menggunakan ‘darah’ yang didapat dari orang lain. Jangan sampai postingan kamu ‘membunuh’ pembaca yang mungkin mampir dan ingin meninggalkan komentarnya di postingan yang kamu buat.

Happy Blogging!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan