Langsung ke konten utama

ORANG YANG SOK KENAL

bad mood
(gambar nyolong di sini)

Saya mungkin (bukan mungkin sebenarnya) akan dicap sebagai orang sombong apabila ada yang membaca postingan ini. Bahkan saya sudah mendapat merk itu beberapa bulan terakhir ini. Saya sama sekali bukan orang yang seperti itu rasanya. Bahkan banyak yang menilai saya sangat ramah apabila bertemu saya langsung. Ehem (muji diri sendiri)…


Memang terkadang sikap saya di dunia maya (dunmay) akan sangat bertolak belakang apabila berada di dunia nyata. Mengutip pendapat Bang Jaka (penyiar Soda Gembira di Radio Volare) bahwa penyiar itu terkadang seperti bunglon. Akan mengeluarkan warna sesuai dengan tempat dimana dia berada. Apakah memang demikian? Mungkin saja. Tidak ada yang tidak mungkin bukan?

Kembali ke jalan yang benar. Saya paling tidak suka kalo mendapat komentar di status facebook saya yang isinya sok kenal banget. Apalagi kalo mengejek atau berusaha caper. Kenapa tidak meninggalkan komentar dengan santun ya? Saya tidak akan segan-segan untuk menghapus orang-orang tak dikenal ini karena membuat saya sangat tidak suka membaca komentar yang masuk.

Itu untuk orang asing. Saya bahkan pernah menghapus orang yang mengatakan status saya sok tahu dan menjelek-jelekkan saya. Saya bahkan tidak akan segan untuk menuliskan komentar balasan yang balik bertanya ‘Kamu siapa ya?’. Tapi dengan mudahnya orang mengomentari suatu status atau foto di facebook membuat orang menjadi over pede. Saya sama sekali tidak suka denga orang yang narsis di facebook saya (hanya untuk orang tak dikenal).

Kalau di chat facebook lain lagi ceritanya. Saya mendapatkan obrolan yang terkadang menyebalkan ya? Di samping orang-orang yang kurang ajar (ini bukan hanya menyebalkan, tapi membuat saya mengutuknya). Kalau saya mendapat obrolan seperti itu dari orang-orang yang saya kenal rasanya tidak masalah. Kata ‘woi’, ‘apa kabar’, dan sebagainya. Rasanya saya sudah pernah membahas ini sebelumnya.

Saya memang tidak suka disapa oleh orang tak dikenal, yang bahkan mengomentari status pun tidak pernah, atau mengirim pesan dinding apalagi. So, saya akan menelusuri profil orang tersebut kemudian melihat apakah saya benar-benar mengenalnya atau tidak. Kalau saya tidak mengenalnya saya biasanya akan menghapusnya begitu saja. Kalaupun saya memang mengenalnya bukan berarti saya akan segan untuk menghapusnya.

Saya sudah menghapus banyak orang. Karena saya mulai memilah-milah mana yang penting dan tidak penting untuk menjadi teman saya. Saya tidak hanya menghapus orang-orang yang menyebalkan di facebook saya. Saya memiliki berbagai alasan untuk menghapus orang di facebook saya. Nanti saya akan membuat daftar utama orang-orang yang saya hapus.

Satu hal yang sangat pasti dalam hidup saya. Saya sangat tidak menyukai orang yang sok kenal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan